Properti

Peningkatan Angka Pemasaran Properti Perlu Literasi Finansial

Jakarta – Pelaku sektor properti memiliki peran penting dalam mengedukasi para calon pembeli dengan literasi finansial memadai terutama sebelum melakukan proses pengajuan KPR pada bank. Dengan demikian, angka pemasaran properti bisa didorong.

Lamudi mencatat tingkat disetujuinya pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih berkisar pada rata-rata 19,80% dalam periode Januari-Maret 2022. Hal ini menunjukan pentingnya literasi finansial untuk mendorong masyarakat dalam membeli properti.

Literasi finansial yang dimaksud antara lain berupa penentuan budget mengenai rumah yang ingin dibeli, pengetahuan mengenai uang muka minimal dan tenor KPR, pelunasan terhadap semua cicilan kredit yang masih tertunggak, pengetahuan tentang manajemen keuangan dan pengetahuan mengenai pentingnya asuransi properti.

“Pemegang kepentingan sektor properti harus lebih mempertimbangkan penyampaian informasi mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan secara finansial sebelum pengajuan KPR lewat bank kepada seluruh calon pembeli properti. Ini menunjukan bahwa pengembang dan agen properti harus lebih siap memainkan peran proaktif dalam bagian edukasi publik,” jelas Mart Polman, CEO Lamudi pada keterangannya, Kamis, 14 April 2022.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sendiri telah mengalokasikan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp23 triliun untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk mensubsidi pembelian rumah melalui penyaluran KPR ke beberapa bank.

Asal tahu saja, generasi milenial dan generasi Z merupakan klasifikasi demografi pencari properti utama dalam platform Lamudi atau mencapai 53,2%. Generasi milenial dan generasi Z inilah merupakan pencari properti pertama yang semakin menuntut mudahnya akses informasi terhadap pencarian properti terutama dalam segi pembiayaan rumah.

Menurut data dari Kementerian Keuangan, pembangunan rumah harga terjangkau untuk MBR masih berada pada tahap 56,75% dari 70% yang ditargetkan pada tahun 2024 yang setara dengan 11 juta rumah tangga. (*)

 

Editor: Rezkiana Nisaputra

Evan Yulian

Recent Posts

Fitch Pangkas Outlook RI, Airlangga Dorong Optimalisasi Penerimaan Pajak

Poin Penting Fitch Ratings menurunkan outlook utang Indonesia menjadi negatif, namun peringkat tetap BBB (investment… Read More

24 mins ago

Pengguna Jago Syariah Naik 16,5 Persen Jadi 2,4 Juta di Akhir 2025

Poin Penting Pengguna Jago Syariah tumbuh 16,5 persen yoy menjadi 2,4 juta nasabah hingga Desember… Read More

41 mins ago

SMBC Indonesia Salurkan Kredit Rp185,4 Triliun di 2025, Tumbuh 3,3 Persen

Poin Penting Sepanjang 2025, realisasi kredit SMBC Indonesia tumbuh 3,3 persen yoy menjadi Rp185,4 triliun.… Read More

49 mins ago

Lewat Qonnect+ 2026, Qoala Plus Bekali Mitra Jadi “Super Agent” Asuransi

Poin Penting Qoala Plus menggelar Qonnect+ 2026 di lima kota (Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, Jakarta)… Read More

2 hours ago

Fitch Rating Pangkas Outlook RI jadi Negatif, Begini Respons Kemenkeu

Poin Penting Fitch Ratings menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun peringkat Sovereign… Read More

3 hours ago

Rayakan Ramadhan Bank Sampoerna dan KSP Sahabat Mitra Sejati Berbagi Kasih

Bank Sampoerna menggandeng KSP Sahabat Mitra Sejati untuk menyerahkan donasi senilai Rp 35.000.000,- kepada siswa-siswa… Read More

4 hours ago