Peningkatan Angka Pemasaran Properti Perlu Literasi Finansial

Peningkatan Angka Pemasaran Properti Perlu Literasi Finansial

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Pelaku sektor properti memiliki peran penting dalam mengedukasi para calon pembeli dengan literasi finansial memadai terutama sebelum melakukan proses pengajuan KPR pada bank. Dengan demikian, angka pemasaran properti bisa didorong.

Lamudi mencatat tingkat disetujuinya pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih berkisar pada rata-rata 19,80% dalam periode Januari-Maret 2022. Hal ini menunjukan pentingnya literasi finansial untuk mendorong masyarakat dalam membeli properti.

Literasi finansial yang dimaksud antara lain berupa penentuan budget mengenai rumah yang ingin dibeli, pengetahuan mengenai uang muka minimal dan tenor KPR, pelunasan terhadap semua cicilan kredit yang masih tertunggak, pengetahuan tentang manajemen keuangan dan pengetahuan mengenai pentingnya asuransi properti.

“Pemegang kepentingan sektor properti harus lebih mempertimbangkan penyampaian informasi mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan secara finansial sebelum pengajuan KPR lewat bank kepada seluruh calon pembeli properti. Ini menunjukan bahwa pengembang dan agen properti harus lebih siap memainkan peran proaktif dalam bagian edukasi publik,” jelas Mart Polman, CEO Lamudi pada keterangannya, Kamis, 14 April 2022.

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sendiri telah mengalokasikan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp23 triliun untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk mensubsidi pembelian rumah melalui penyaluran KPR ke beberapa bank.

Asal tahu saja, generasi milenial dan generasi Z merupakan klasifikasi demografi pencari properti utama dalam platform Lamudi atau mencapai 53,2%. Generasi milenial dan generasi Z inilah merupakan pencari properti pertama yang semakin menuntut mudahnya akses informasi terhadap pencarian properti terutama dalam segi pembiayaan rumah.

Menurut data dari Kementerian Keuangan, pembangunan rumah harga terjangkau untuk MBR masih berada pada tahap 56,75% dari 70% yang ditargetkan pada tahun 2024 yang setara dengan 11 juta rumah tangga. (*)

 

Editor: Rezkiana Nisaputra

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]