Jakarta–EURUSD mengalami tekanan jual luar biasa setelah Presiden erupoan Central Bank (ECB), Mario Draghi dalam konferensi publik kemarin kembali menyampaikan kemungkinan ECB melakukan pelonggaran kebijakan moneter lagi di bulan Maret.
Satu-satunya alasan peningkatan EURUSD adalah kerentanan US$ yang berkelanjutan. “Jadi saya rasa tidak banyak yang terkejut mendengar Presiden ECB mengambil peluang untuk menjadikan EUR lebih rendah kemarin” ujar Jameel Ahmad, Chief Market Analyst FXTM.
Masalah utama yang dihadapi adalah apabila kerentanan US$ yang terjadi tiba-tiba ini menjadi semakin serius. Tidak banyak langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah EURUSD menguat dan inikah alasan mengapa investor menginginkan ECB kembali melakukan Pelonggaran Kuantitatif yang agresif agar EUR berada pada level yang diharapkan bank sentral.(*)
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga TEPAT 8 Januari 2026 akhirnya pemerintah melakukan konferensi… Read More
Poin Penting OJK menyetujui pencabutan izin usaha pindar Maucash milik Astra secara sukarela, mengakhiri operasional… Read More
Poin Penting OJK membentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital yang efektif sejak 1 Januari 2026 untuk… Read More
Poin Penting Infobank melalui birI memperbaiki perhitungan Loan at Risk (LAR) agar sesuai dengan ketentuan… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kinerja perbankan tetap solid pada 2026, ditopang pertumbuhan kredit, DPK, kualitas… Read More
Oleh Junaedy Gani DARI waktu ke waktu muncul aspirasi tentang keberadaan sebuah Sovereign Wealth Fund… Read More