News Update

Bos BTN Sabet Penghargaan CEO of The Year 2016

Jakarta–Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Maryono dianugerahi penghargaan CEO of the year 2016 dari Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas). Selain itu, BTN juga mendapatkan penghargaan Anugerah Perbankan Indonesia 2016 dengan aset di atas Rp100 Triliun. Pada kelompok tersebut Bank BTN menempati peringkat I.

“Ini merupakan penghargaan dari apa yang sudah BTN lakukan selama ini. Proses transformasi yang sudah dan saat ini masih terus berjalan telah menghasilkan suatu kinerja yang sangat bagus. Tidak hanya performance saja tetapi juga good corporate governance (GCG) yang sudah menunjukkan hasil,” ujar Maryono, di Jakarta, Kamis, 13 Oktober 2016.

Penghargaan CEO of the year 2016  itu sendiri sudah melalui proses dengan menilai 10 aspek antara lain mengenai finance value creation, efficiency dan profit, GCG, risk management, human capital, marketing, IT, corporate communication dan CSR. (Selanjutnya : Transformasi BTN ke digital banking..)

Page: 1 2

Paulus Yoga

Recent Posts

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

18 mins ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

1 hour ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

2 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

3 hours ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

3 hours ago