bilik disinfectan
Jakarta – Ditengah mewabahnya virus Covid-19, masyarakat berjibaku melakukan berbagai upaya perlindungan diri. Selain selalu mencuci tangan, penggunaan masker dan hand sanitizer, digunakan pula cairan disinfectan untuk menghindari virus. Saat ini, beberapa perkantoran, mesjid dan komplek perumahan sampai membangun bilik disinfectan di pintu masuk yang digunakan untuk menyemprot semua orang yang akan masuk. Namun, tahukah Anda bahwa ada pendapat yang mengatakan bahwa penyemprotan disinfectan langsung ke tubuh justru berbahaya bagi kesehatan?
WHO kabarnya tidak merekomendasikan penyemprotan disinfektan langsung ke badan seperti yang dilakukan dalam bilik disinfeksi, melainkan hanya kepada permukaan benda-benda. Perlu diketahui, bahwa disinfectan mengandung beragam bahan kimia, mulai dari diluted bleach (larutan pemutih/natrium hipoklorit), klorin dioksida,etanol 70%, kloroksilenol, electrolyzed salt water, amonium kuartener (seperti benzalkonium klorida), glutaraldehid, hidrogen peroksida (H2O2) dan sebagainya.
WHO menerangkan, penyemprotan alkohol atau klorin pada tubuh seseroang, tidak akan membunuh virus yang sudah masuk ke dalam tubuh, malah bisa membahayakn bila terkena pakaian, atau selaput lendir seperti mata dan mulut.
Berikut adalah bahaya disinfectan seperti dijelaskan oleh seorang ahli dari Insititut Teknologi Bandung sebagai berikut, pertama, waktu kontak disinfektan umumnya di rentang 15 detik sampai dengan 10 menit. Sementara waktu kontak efektif disinfektan yang disemprot ke tubuh belum diketahui.
Kedua, ditemukan fakta bahwa para perawat yang rutin menggunakan disinfektan untuk membersihkan alat medis berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan paru-paru kronik.
Ketiga, penggunaan electrilyzed salt water pada bilik disinfektan memiliki efek samping seperti mengakibatkan iritasi saluran pernafasan, dan iritasi serta kerusakan kulit. Sementara kandungan kloroksilenol yang disemprotkan bilik disinfectan meningkatkan risiko tertelan yang menyebabkab iritasi kulit dan mata, dan pada dosisi tinggi bisa menyebabkan kematian.
Jika Anda sudah seringkali disemprot disinfectan dan mengalami gejala diatas, baiknya segera periksakan ke dokter. Ditengah wabah pandemi Covid-19 ini berbagai risiko kesehatan bisa saja terjadi, lindungi diri dan keuangan Anda dari risiko tersebut dengan asuransi kesehatan. Asuransi? Susah ga ya klaimnya?
Nah, Tugu Insurance memiliki produk asuransi kesehatan yang memiliki fleksibilitas dalam melakukan klaim. Produk ini bernamaTugu Insurance Health Insurance (THIS). Produk yang diperuntukan bagi karyawan dan individu ini memiliki dua cara pembayaran klaim, yakni Penggantian Pembayaran dan Non Tunai.
Selain itu, produk ini juga memiliki banyak kelebihan, diantaranya, kebebasan dalam menggunakan penyedia jasa pelayanan, tidak ada batasan teritorial dan waktu, memberikan pelayanan kesehatan yang independen dan kemudahan penambahan provider rumah sakit. Dengan memiliki asuransi kesehatan seperti THIS, maka Anda tidak perlu khawatir lagi bila terjadi musibah sakit.
Semoga bermanfaat, Jaga Kesehatan dan tetap #Dirumah aja.
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More