Hal itu dilakukan agar pelaku usaha di industri properti, khususnya pengembang berkomitmen penuh untuk menyelesaikan proyeknya. Sehingga, pengembang-pengembang yang “nakal” bisa diminimalisir.
“Kalau mau jadi pengembang perlu jelas fokus core business-nya yaitu sebagai pengembangan, jangan hal lain juga. Karena pengembang komitmen harus jangka panjang,” jelas Theresia.
Ia pun mendukung jika nantinya ada sebuah rating khusus untuk pengembangan properti. Agar pengembangan tidak cuma hit and run atau hanya sekadar ambil untung.
Karena kebanyakan pengembang yang seperti itu tidak menjadikan properti sebagai bisnis intinya, tetapi hanya sebagai diversifikasi bisnis utamanya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting APBN 2025 mencatat defisit 2,92 persen PDB, tetap dijaga di bawah batas 3… Read More
Poin Penting LPS telah melikuidasi 147 bank sejak berdiri hingga 2025, terdiri dari bank umum,… Read More
Poin Penting BRI Insurance meluncurkan OTOMAXY sebagai identitas baru BRINS OTO OTOMAXY hadir dengan empat… Read More
Poin Penting LPS menahan TBP simpanan bank umum di level 3,5 persen berlaku 1 Februari-31… Read More
Poin Penting Anggota BPK Fathan Subchi mendorong ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan ekonomi untuk mendukung… Read More
Poin Penting Ekonomi budaya dinilai lebih berkelanjutan dibandingkan SDA karena budaya tidak akan habis, sementara… Read More