Hal itu dilakukan agar pelaku usaha di industri properti, khususnya pengembang berkomitmen penuh untuk menyelesaikan proyeknya. Sehingga, pengembang-pengembang yang “nakal” bisa diminimalisir.
“Kalau mau jadi pengembang perlu jelas fokus core business-nya yaitu sebagai pengembangan, jangan hal lain juga. Karena pengembang komitmen harus jangka panjang,” jelas Theresia.
Ia pun mendukung jika nantinya ada sebuah rating khusus untuk pengembangan properti. Agar pengembangan tidak cuma hit and run atau hanya sekadar ambil untung.
Karena kebanyakan pengembang yang seperti itu tidak menjadikan properti sebagai bisnis intinya, tetapi hanya sebagai diversifikasi bisnis utamanya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah belum berencana menerbitkan Perppu untuk menaikkan… Read More
Poin Penting BGN menghentikan sementara 9 dapur Program Makan Bergizi Gratis di Gresik karena polemik… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 1,61 persen ke level 7.022,28 pada perdagangan Senin (16/3/2026). Sebanyak… Read More
Poin Penting Konflik Iran–AS–Israel memicu lonjakan harga minyak dunia hingga di atas USD100 per barel.… Read More
Oleh Paul Sutaryono KINI pemerintah sedang menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang demutualisasi bursa efek.… Read More
Poin Penting Amartha meluncurkan Amartha Empower, portal donasi, zakat, dan sedekah untuk memperluas pemberdayaan ekonomi… Read More