Jakarta – Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu menyatakan, adanya pengecualian pajak penghasilan (Pph) untuk pengelolaan dana haji di BPKH bisa meningkatkan nilai manfaat yang akan diberikan kepada calon jamaah haji.
Hal tersebut disampaikan Anggito pada acara The Finance Forum dengan tema “Pengecualian Pajak BPKH Insentif Bagi Ekonomi dan Keuangan Syariah”. Menurutnya, pada tahun 2020 lalu pihaknya telah membayarkan Pph hampir senilai Rp1,49 triliun. Dengan begitu, diharapkan angka tersebut bisa disalurkan untuk nilai manfaat haji.
“Jadi kita hitung tahun lalu nilai manfaat haji kita Rp7,4 triliun kita Rp1,49 triliun untuk bayar pajak Pph (tahun 2020) baik bank maupun manajer investasi. Sekarang kira-kira itu menjadi nilai manfaat BPKH,” kata Anggito melalui video conference di Jakarta, Rabu 10 Maret 2021.
Lebih rinci Anggito mengungkapkan dalam paparannya bahwa pada akhir 2020 lalu, BPKH telah melakukan pembayaran Pph Imbal Hasil Investasi senilai Rp980 miliar. Sementara itu pembayaran Pph Bagi Hasil Bank Syariah juga mencapai Rp490 miliar.
Dengan begitu Anggito memperkirakan total dana tersebut bisa diarahkan untuk nilai manfaat bagi calon jamaah haji Indonesia hingga total bisa mencapai Rp8,9 triliun.
Sebagai informasi saja, nilai manfaat yang diberikan kepada calon jemaah haji masih terus tumbuh. BPKH mencatat, nilai manfaat jamaah haji tahun 2020 sebesar Rp7,46 triliun atau tumbuh 2,33% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp7,29 triliun. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting BGN meminta maaf atas insiden keamanan pangan dalam program MBG di SPPG Pondok… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More
Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More
Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More
Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More