Untuk risiko pertama mengenai kesadaran yang rendah ini masih terkait prowder, produk, dan biaya layanan. Grace mengungkapkan dengan acara ini diharapkan akan menyadarkan masyarakat terhadap produk layanan digital keuangan.
Untuk risiko kedua, ialah kurangnya dukungan terhadap pelanggan. Di mana tercatat hanya terdapat para masyarakat yang belum tersentuh oleh program digital financial.
Ketiga, mekanisme penyampaian keluhan yang kurang memadai dimana hanya ada 4 provider yang dapat menanggapi keluhan para pelanggan. Dan yang terakhir masalah rendahnya kredibilitas dan kepercayaan terhadap provider dan layanan yang disediakan.
Grace mengungkapkan resiko tersebut harus diantisipasi dan di mitigasi agar dapat diselesaikan dan tidak menjadi penghalang atas kemajuan digital keuangan di Indonesia. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More
Poin Penting IHSG ditutup melemah 2,08 persen ke level 7.935,26. Sebanyak 646 saham terkoreksi, dengan… Read More
Poin Penting BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun sepanjang 2025, naik 8,02 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting BSI mencatat pertumbuhan lebih dari dua juta nasabah baru sepanjang 2025, didorong minat… Read More
Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More