Untuk risiko pertama mengenai kesadaran yang rendah ini masih terkait prowder, produk, dan biaya layanan. Grace mengungkapkan dengan acara ini diharapkan akan menyadarkan masyarakat terhadap produk layanan digital keuangan.
Untuk risiko kedua, ialah kurangnya dukungan terhadap pelanggan. Di mana tercatat hanya terdapat para masyarakat yang belum tersentuh oleh program digital financial.
Ketiga, mekanisme penyampaian keluhan yang kurang memadai dimana hanya ada 4 provider yang dapat menanggapi keluhan para pelanggan. Dan yang terakhir masalah rendahnya kredibilitas dan kepercayaan terhadap provider dan layanan yang disediakan.
Grace mengungkapkan resiko tersebut harus diantisipasi dan di mitigasi agar dapat diselesaikan dan tidak menjadi penghalang atas kemajuan digital keuangan di Indonesia. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Laba Bank QNB Indonesia sebelum pajak Rp50,8 miliar ditopang pertumbuhan kredit 18 persen… Read More
Poin Penting Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia mendesak pemerintah menaikkan fuel surcharge dan Tarif Batas… Read More
Poin Penting Menaker mengimbau penerapan WFH satu hari kerja per minggu bagi perusahaan swasta, BUMN,… Read More
Poin Penting Bank Indonesia dan Bank of Korea resmi meluncurkan QRIS Antarnegara Indonesia–Korea Selatan untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan tarif listrik Triwulan II… Read More
Poin Penting Kerja sama QRIS antarnegara antara Indonesia dan China ditargetkan mulai diimplementasikan pada bulan… Read More