Poin Penting
- Penerimaan pajak mencapai Rp394,8 triliun atau tumbuh 20,7% pada triwulan I 2026.
- PPN dan PPnBM menjadi kontributor terbesar dengan pertumbuhan 57,7%.
- Pendapatan negara mencapai Rp574,9 triliun atau naik 10,5% secara tahunan.
Jakarta – Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mencatat penerimaan pajak negara hingga triwulan I 2026 mencapai Rp394,8 triliun, tumbuh 20,7 persen atau 16,7 persen dari pagu APBN 2026.
“Pajaknya di Januari tumbuh 30,7 persen, Februari 30,1 persen, dan di bulan Maret 20,7 persen,” kata Juda dalam dalam Kick Off Percepatan Intermediasi Nasional (PINISI), Senin, 27 April 2026.
Baca juga: Dirjen Pajak Klaim Setoran Pajak Februari 2026 Tumbuh 30,2 Persen
Juda merinci, penerimaan pajak tertinggi berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang mencapai Rp155,6 triliun atau tumbuh 57,7 persen.
Pajak ini mencerminkan aktivitas konsumsi dan transaksi di sektor ritel maupun dunia usaha yang meningkat.
“Pajak yang tumbuh di APBN 2026 ini, itu kelihatan bahwa PPN dan PPN-BM tumbuhnya sangat tinggi yaitu 57,7 persen. Ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi baik konsumsi maupun transaksi di perindustrian, di sektor dunia usaha itu tumbuhnya juga cukup baik di triwulan I,” pungkasnya.
Baca juga: Purbaya Buka Suara soal Pajak Selat Malaka, Hanya Ilustrasi Bukan Kebijakan
Kemudian disusul oleh Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi dan PPh21 sebesar Rp61,3 triliun atau tumbuh 15,8 persen, PPh Badan sebesar Rp43,3 triliun atau tumbuh 5,4 persen, dan PPh Final sebesar Rp76,7 persen atau tumbuh 5,1 persen.
Sementara, terjadi kontraksi pada pajak lainnya sebesar 5,7 persen atau sebesar Rp57,9 triliun.
Secara keseluruhan, pendapatan negara hingga triwulan I 2026 mencapai Rp574,9 triliun atau 18,2 persen terhadap pagu APBN 2026, tumbuh 10,5 persen secara tahunan (yoy). (*)
Editor: Yulian Saputra








