Lebih lanjut dia menilai, bahwa cadangan devisa Indonesia yang tercatat sebesar US$111,5 miliar tersebut, tetap masih mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
(Baca juga: Cadangan Devisa Indonesia Turun US$3,5 Miliar)
Meskipun mengalami penurunan, posisi cadangan devisa per akhir November 2016 tersebut masih cukup untuk membiayai 8,5 bulan impor atau 8,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Sebagai informasi, penerbitan Global Bonds senilai US$3,5 miliar tersebut untuk kebutuhan pembiayaan pada awal tahun 2017 (prefunding). Penerbitan tiga seri Global Bonds ini mendapatkan respon positif oleh investor di AS maupun Eropa yang kelebihan pemesanan. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More