Jakarta – PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mengukir kinerja yang moncer sepanjang 2024. Di tengah tantangan industri pembiayaan, CNAF tetap berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 7,45 persen menjadi Rp464,35 miliar dari tahun sebelumnya Rp432,14 miliar.
“Kami mencatatkan kinerja yang positif pada 2024. Kinerja menggembirakan ini mencerminkan konsistensi perseroan dalam menjaga kinerja bisnis dan fokus kami yang berorientasi pada nasabah,” ujar Ristiawan, Presiden Direktur CIMB Niaga Finance dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) CNAF di Jakarta, Jumat, 11 April 2025.
Lebih jauh dia menjelaskan, pertumbuhan laba CNAF ditopang dari realisasi kredit yang mencapai Rp9,96 triliun, atau meningkat 11,43 persen dibanding tahun 2023 yang sebesar Rp8,94 triliun. Peningkatan tersebut sebagai salah satu penopang melesatnya pendapatan perseroan sebesar 23,28 persen dari Rp1,66 triliun menjadi Rp2,04 triliun di tahun 2024.
Baca juga: Piutang Pembiayaan Multifinance Tembus Rp507,02 Triliun per Februari 2025
Realisasi kredit dan pendapatan tersebut turut mendorong jumlah aset perseroan. Aset CNAF tercatat tumbuh 29,03 persen dari Rp8,38 triliun di 2023 menjadi Rp10,81 triliun pada 2024.
“Total Aset Kelolaan akhir tahun 2024 juga naik 16,67 persen dari Rp11,26 triliun menjadi sebesar Rp13,14 triliun dan laba sebelum pajak perseroan tahun 2024 juga tumbuh 9,63 persen dari Rp520,44 miliar menjadi Rp570,54 miliar,” tambah Ristiawan.
Dalam RUPST CNAF, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp232,17 miliar atau 50 persen dari laba bersih tahun buku 2024. Adapun sisa laba bersih setelah dikurangi pembayaran dividen tunai, ditetapkan sebagai laba ditahan.
Selanjutnya, dalam RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus CNAF dengan mengangkat Iris Savitri sebagai anggota Direksi Perseroan, berlaku efektif sejak dinyatakan lulus dalam penilaian kemampuan dan kepatutan (fit & proper test) yang dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kemudian, perseroan juga mengumumkan pengangkatan kembali Lani Darmawan dan Koei Hwei Lien masing-masing sebagai komisaris perseroan. Sementara untuk memperkuat fungsi pengawasan, RUPST menyambut Jeffrey Kairupan sebagai Komisaris Independen Perseroan yang efektif sejak 24 Maret 2025 berdasarkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor KEP-55/PL.02/2025.
Baca juga: Bos CIMB Niaga Bicara Dampak Tarif Trump terhadap Likuiditas Valas Perseroan
Berdasarkan hasil RUPST CNAF, dengan demikian susunan anggota direksi dan dewan komisaris perseroan adalah sebagai berikut:
Presiden Direktur : Ristiawan
Direktur : M Imron Rosyadi Nur, ST
Direktur : Antonius Herdaru Danurdoro
Direktur : Michael Angga
Direktur : Iris Savitri*
Presiden Komisaris : Lani Darmawan
Komisaris : Koei Hwei Lien
Komisaris : Noviady Wahyudi
Komisaris Independen : Serena Karlita Ferdinandus
Komisaris Independen : Hidayat Dardjat Prawiradilaga
Komisaris Independen : Jeffrey Kairupan.
Editor: Galih Pratama
Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More