Keuangan

Pendapatan Premi Asuransi Tembus Rp290,21 Triliun per November 2023, Unit Link Masih Terkontraksi

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatatkan akumulasi pendapatan premi di sektor asuransi di sepanjang Januari hingga November 2023 mengalami peningkatan 3,56 persen secara tahunan mencapai Rp290,21 triliun.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK, Ogi Prastomiyono dalam RDKB Bulan November secara virtual, 9 Januari 2024.

“Akumulasi pendapatan premi sektor asuransi selama periode Januari-November 2023 mencapai Rp290,21 triliun atau naik 3,56 persen yoy, di mana November 2022 mencapai Rp280,24 triliun,” ucap Ogi.

Baca juga: Ambisi Asuransi Bumida Bidik Premi Rp1 Triliun, Ini Dia Jurus Ramli Forez

Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa akumulasi premi asuransi jiwa turut membaik, meskipun masih terkontraksi 7,18 persen yoy menjadi Rp160,88 triliun di November 2023 yang didorong oleh lini usaha PAYDI.

“Di sisi lain akumulasi premi asuransi umum dan reasuransi tumbuh secara positif 20,97 persen yoy, di mana November 2022 sebesar 14,06 persen menjadi Rp129,33 triliun,” imbuhnya.

Kemudian, secara umum permodalan di industri asuransi semakin menguat dengan industri asuransi jiwa dan umum mencatatkan risk based capital (RBC) di atas threshold, dengan masing-masing sebesar 464,13 persen dan 348,97 persen jauh di atas threshold sebesar 120 persen.

Adapun, untuk asuransi sosial, total aset BPJS kesehatan per November 2023 mencapai Rp112,13 triliun atau tumbuh 0,92 persen yoy dan pada periode yang sama total aset untuk BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp719,21 triliun atau tumbuh 11,80 persen yoy.

Baca juga: Usai Restrukturisasi, Menunggu Asuransi Jiwasraya Dilikuidasi

Dari sisi industri dana pensiun, aset dana pensiun nasional per November 2023 tumbuh sebesar 6,19 persen yoy dengan nilai aset sebesar Rp363,03 triliun dibandingkan periode tahun sebelumnya yang tumbuh 5,88 persen yoy menjadi sebesar Rp358,63 triliun.

Sedangkan, pada perusahaan penjaminan nominal imbal jasa penjaminan di November 2023 tercatat naik menjadi Rp7,33 triliun di mana pada Oktober 2023 tercatat Rp6,52 triliun dengan nilai aset mencapai Rp47,03 triliun, (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

4 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

4 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

6 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

16 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

16 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

19 hours ago