Keuangan

Pencucian Uang Bisa Bikin Pertumbuhan Ekonomi RI Seret

Jakarta – Head of OJK Institute Agus Sugiarto mengatakan industri jasa keuangan menjadi salah satu media bagi pihak yang tidak bertanggung jawab sebagai sarana untuk melakukan pencucian uang.

Pasalnya, pencucian uang juga erat dengan kondisi ekonomi dan bertambah luas terhadap perkembangan ekonomi.

“Semakin banyak money laundering (pencucian uang) dilakukan akan semakin merugikan kondisi ekonomi bagi industri jasa keuangan, baik itu bank, pasar modal maupun industri keuangan non-bank seperti asuransi, lembaga pembiayaan dan lain-lain,” ujar Agus dalam Webinar How to Prevent money Laundering and Terrorism Financing, Kamis 5 September 2024.

Baca juga: Jokowi Ungkap Indikasi Pencucian Uang Aset Kripto, Nilainya Fantastis

Agus menyatakan bahwa isu pencucian uang ini berkaitan dengan risiko reputasi bagi industri jasa keuangan, sehingga perlu adanya upaya mitigasi.

“Sudah sepantasnya kita tanggapin dengan serius dan kita harus mencegah money laundirng di mana pun terjadi di industri jasa keuangan dan kita juga perlu membuat mitigasinya,” imbuhnya.

Baca juga: Polri Kembalikan Kerugian Negara Akibat Pencucian Uang, Nilainya Capai Segini

Sementara itu, CEO and Founder of Themis Dickon Johnstone menyebutkan kejahatan di dalam industri keuangan merupakan masalah paling serius. Adapun rata-rata shadow economy atau ekonomi bayangan sebesar 12-39 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) global, yang setiap tahun hilang.

“Dengan kata lain PDB global ini akhirnya memperkaya pihak yang secara sengaja dengan sadar mengeksploitasi kelompok-kelompok yang paling rendan di masyarakat, industri dan sumber daya alam. Kita harus menghentikan mereka tapi dibutuhkan kerjasama semua,” pungkas Dickon. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

OJK Targetkan Kredit Tumbuh 12 Persen di 2026, Begini Tanggapan Bankir

Poin Penting Pertumbuhan kredit perbankan diproyeksikan 10–12 persen, lebih tinggi dari target 2025 sebesar 9–11… Read More

59 mins ago

ACA Bayar Klaim Kerusakan Turbin PLN Batam Senilai USD 11,04 Juta

Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More

3 hours ago

ACA Bayar Klaim Kerusakan Turbin PLN Batam

PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More

4 hours ago

Bank Mandiri Catat Fundamental Solid di 2025, Perkuat Intermediasi dan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More

4 hours ago

CIMB Niaga Bidik Transaksi Rp45 Miliar di Cathay Travel Fair 2026

Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More

4 hours ago

Moody’s Turunkan Outlook RI, Purbaya: Hanya Jangka Pendek

Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More

4 hours ago