Properti

Pencarian Properti Online Makin Diminati Beragam Usia

Jakarta – Pemulihan sektor properti dan meningkatnya digitalisasi membuat para pengembang mulai beralih ke kanal digital. Ternyata saat ini, minat untuk mencari dan membeli properti melalui kanal daring semakin beragam, tidak hanya diminati oleh kaum muda saja namun juga kaum tua.

VP of Corporate Sales Lamudi, Michael Ignatius Kauw mengungkapkan bahwa terjadi kenaikan pencarian properti online dengan klasifikasi umur 45-50 tahun sebesar 250% sejak 2018 hingga 2022. Sementara itu, pencari properti dengan kisaran umur 25-34 tahun juga mengalami peningkatan 100%, terhitung sejak 2014 hingga 2022.

“Berdasarkan data Lamudi.co.id, kita yakin dan percaya pencari properti saat ini lintas generasi. Ini artinya, penggunaan teknologi dalam pencarian properti semakin diterima dan meluas di Indonesia,” ujar Michael pada paparan virtualnya, Rabu, 8 Juni 2022.

Ia optimis angka pencari properti online akan terus meningkat seiring dengan naiknya angka adaptasi digital di masyarakat. Lamudi saat ini sudah mampu menjangkau 22 juta pencari properti yang tersebar di seluruh Indonesia.

Lebih jauh, Michael mengungkapkan, Lamudi juga menggelar Lamudi Property Fair 2022. Acara ini rencananya akan digelar pada 14 Juni hingga 31 Juni 2022. Pada kesempatan tersebut, Lamudi menawarkan ratusan pilihan properti, jasa konsultasi, kemudahan pencarian properti online, promosi menarik, dan pengembang-pengembang terpercaya. (*)

 

Editor: Rezkiana Nisaputra

Evan Yulian

Recent Posts

Jurus Jenius Genjot Transaksi di Momen Libur Panjang

Poin Penting Momentum libur panjang mendorong lonjakan transaksi digital, terutama pembelian tiket, hotel, dan ritel,… Read More

4 hours ago

Konflik AS-Israel dan Iran Memanas, OJK Beberkan Dampaknya ke Pasar Keuangan RI

Poin Penting OJK memetakan tiga risiko konflik AS-Israel vs Iran: lonjakan harga minyak, kenaikan inflasi… Read More

5 hours ago

Industri Multifinance Salurkan Pembiayaan Rp508,27 Triliun per Januari 2026

Poin Penting Pembiayaan multifinance capai Rp508,27 triliun per Januari 2026, tumbuh 0,78% yoy, dengan NPF… Read More

6 hours ago

OJK Restrukturisasi Kredit Rp12,6 Triliun untuk Debitur Terdampak Bencana Sumatra

Poin Penting OJK merestrukturisasi kredit Rp12,6 triliun untuk 246.000 rekening debitur terdampak banjir dan longsor… Read More

6 hours ago

DBS Indonesia Rekomendasikan Aset Riil hingga Saham Asia untuk Hadapi Tekanan Global 2026

Poin Penting Diversifikasi jadi kunci hadapi tekanan global 2026, dengan mengombinasikan aset riil, emas, kredit… Read More

6 hours ago

IHSG Ditutup Berbalik Merosot ke 7.939, Turun Hampir 1 Persen

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,96% ke level 7.939,76 pada 3 Maret 2026, dengan nilai… Read More

6 hours ago