Kondisi full employment ditambah dengan kebijakan Trump yang melarang imigran masuk ke negara Paman Sam tersebut membuat kredibilitasnya diperkirakan menurun. Padahal di satu sisi, perekonomian AS butuh sumber daya baru, yang bisa saja dipenuhi dengan memperkerjakan para imigran.
“Persoalan datang lagi pada soal imigran, sulit imigran enggak boleh masuk. Jadi siapa yang kerja di negara tersebut? Ribuan orang (imigran) dibiarkan menganggur,” ujar Mantan Ketua Jurusan Ekonomi Pembangunan UI tersebut.
Baca juga: Pemerintah Tak Khawatir dengan Kebijakan Donald Trump
Menurutnya, jika kebijakan ini tidak dibenahi secara cepat, kemungkinan besar pemerintahan Trump tidak berlangsung lama. Pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama saja tercatat telah mampu menghasilkan 11,3 juta lapangan kerja baru.
“Kalau terus begini, saya perkirakan pemerintahan Donald Trump tidak dapat bertahan 2 tahun. Jadi tidak perlu dirisaukan lagi Donald Trump,” tandas Faisal. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun tetap mempertahankan peringkat… Read More
Poin Penting Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional 5,11 persen pada 2025, Bank Mandiri mencatatkan aset… Read More
Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) bersinergi dalam diskusi bertema "Peran Masjid Istiqlal di Era Transformasi Digital… Read More
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar pertemuan tahunan industri jasa keuangan yang digelar rutin untuk menyampaikan… Read More
Dengan adanya MyPanin, menegaskan komitmen PaninBank dalam menghadirkan aplikasi layanan perbankan digital yang komprehensif, nyaman,… Read More
Poin Penting Sempat terkoreksi 5,15 persen ke Rp1.115 saat IHSG anjlok akibat sentimen MSCI, saham… Read More