Kondisi full employment ditambah dengan kebijakan Trump yang melarang imigran masuk ke negara Paman Sam tersebut membuat kredibilitasnya diperkirakan menurun. Padahal di satu sisi, perekonomian AS butuh sumber daya baru, yang bisa saja dipenuhi dengan memperkerjakan para imigran.
“Persoalan datang lagi pada soal imigran, sulit imigran enggak boleh masuk. Jadi siapa yang kerja di negara tersebut? Ribuan orang (imigran) dibiarkan menganggur,” ujar Mantan Ketua Jurusan Ekonomi Pembangunan UI tersebut.
Baca juga: Pemerintah Tak Khawatir dengan Kebijakan Donald Trump
Menurutnya, jika kebijakan ini tidak dibenahi secara cepat, kemungkinan besar pemerintahan Trump tidak berlangsung lama. Pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama saja tercatat telah mampu menghasilkan 11,3 juta lapangan kerja baru.
“Kalau terus begini, saya perkirakan pemerintahan Donald Trump tidak dapat bertahan 2 tahun. Jadi tidak perlu dirisaukan lagi Donald Trump,” tandas Faisal. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More
Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More
Grab resmi memperkenalkan 13 fitur berbasis kecerdasan buatan dalam ajang tahunan GrabX 2026.Peluncuran GrabX 2026… Read More