Wisman; Target pariwisata nasional. (Foto: Erman)
Jakarta–Peringkat sektor pariwisata Indonesia masih berada di posisi 50 atau jauh di bawah sektor pariwisata Malaysia yang berada di posisi 25 dan Thailand di posisi 35.
Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku, akan membenahi sektor pariwisata agar dapat berkembang. Dia meyakini, jika sektor pariwisata Indonesia berkembang, maka peringkat sektor pariwisata Indonesia akan meningkat sehingga dalam dua tahun ke depan, sektor pariwisata nasional ditargetkan dapat mengalahkan Malaysia dan Thailand.
“Kita akan kalahkan Malaysia terlebih dahulu baru setelah itu Thailand,” ujar Arief di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis, 26 November 2015.
Lebih lanjut dia menilai, kondisi infrastruktur yang belum mumpuni menjadi tantangan dalam pengembangan sektor pariwisata nasional. Oleh sebab itu, pemerintah belakangan tengah menggenjot infrastruktur di Indonesia agar ke depannya dapat menggerakan perekonomian Indonesia.
“Pariwisata kita lemahnya di infrastruktur, di sini ada menterinya, dan sekarang pemerintah sedang menggenjot infrastruktur,” ucap Arief.
Menurutnya, tempat wisata di Indonesia sangat menarik, misalnya kepulauan Bangka yang memiliki potensi menyamai Maladewa, sehingga diharapkan ke depan sektor pariwisata dapat menyumbang devisa lebih besar dan mampu menyamai kontribusi minyak dan gas. (*) Rezkiana Nisaputra
Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More
Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More
Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More