News Update

Pemerintah Tempatkan Rp30 Triliun di Bank Himbara, Ini Rinciannya

Jakarta – Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) telah menyepakati untuk melakukan penempatan dana di Bank Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.70/PMK.05/2020 tentang Penempatan Uang Negara Pada Bank Umum dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, Pemerintah bakal menempatkan dana sebesar Rp30 triliun ke empat bank BUMN. Pemindahan dana ini bertujuan agar perbankan dapat cepat menggelontorkan kredit. Dirinya menyampaikan, untuk jangka waktu penempatan dana di bank Himbara diatur selama 3 (tiga) bulan dan tingkat bunga 80% BI7DRR (3,42%).

“Bank memiliki kemampuan untuk menyalurkan dana dengan bunga yang lebih rendah dengan begitu kredit akan terus tersalurkan,” kata Sri Mulyani saat melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin 29 Juni 2020.

Dirinya juga menjelaskan, Bank Himbara telah menginformasikan rencana penggunaan penempatan uang negara untuk mendukung kegiatan bisnis Bank Umum yang terkait dengan percepatan pemulihan ekonomi.

“Seperti Bank Mandiri Penyaluran kredit akan difokuskan untuk produktif, padat karya, ketahanan pangan, dan mendukung sistem logistik nasional dengan target penyaluran Rp 21 triliun,” ujar Sri Mulyani.

Sementara untuk Bank BRI, dana digunakan untuk mendukung rencana bisnis berupa rencana ekspansi kredit UMKM 6 bulan ke depan sebesar Rp122,50 triliun dengan komposisi segmen mikro sebesar 88,87% atau Rp108,80 triliun.

Sedangkan untuk Bank BNI, tambah Sri Mulyani, dana tersebut akan difokuskan untuk melaksanakan ekspansi kredit pada sektor riil untuk korporasi, usaha menegah dan kecil serta consumer loan dalam 3 bulan ke depan senilai Rp 15,04 triliun.

Terakhir, untuk Bank BTN, dana akan difokuskan pada rencana penyaluran kredit pada Juli hingga Des 2020 sebesar Rp30,03 triliun yang didominasi oleh penyaluran KPR serta kredit lainnya di sektor perumahan. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

5 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

5 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

6 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

10 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

19 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

19 hours ago