Moneter dan Fiskal

Pemerintah Tarik Utang Baru Rp185,3 Triliun di Februari 2026

Poin Penting

  • Utang baru Rp185,3 triliun telah ditarik pemerintah hingga Februari 2026, setara 22,3 persen dari target pembiayaan utang APBN 2026 Rp832,2 triliun
  • Realisasi tersebut lebih rendah dibanding Februari 2025 yang mencapai Rp249,9 triliun atau 38,6 persen dari target APBN
  • Total pembiayaan anggaran Februari 2026 Rp164,2 triliun, terdiri dari utang Rp185,3 triliun dan pembiayaan non-utang minus Rp21,1 triliun.

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pemerintah per Februari 2026 telah menarik utang baru sebesar Rp185,3 triliun untuk membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Angka tersebut setara 22,3 persen dari target APBN 2026 senilai Rp832,2 triliun. Total pembiayaan utang APBN itu lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang senilai Rp249,9 triliun di Februari 2025 atau 38,6 persen dari APBN.

“Pembiayaan anggaran tahun 2026 terjaga dengan baik dalam batas yang terkendali. Realisasinya per Akhir Februari telah mencapai Rp185,3 triliun atau 22,3 persen dari target,” kata Juda Agung, Wakil Menteri Keuangan dalam APBN Kita, dikutip, Jumat, 13 Maret 2026.

Baca juga: Soal Defisit APBN di Atas 3 Persen, Purbaya Masih Hitung Dampaknya
Baca juga: Neraka APBN: Menjerat Diri dengan Utang Demi Proyek MBG

Juda menjelaskan, strategi pembiayaan dilakukan secara antisipatif untuk memastikan ketersediaan kas tetap memadai sekaligus menjaga fleksibilitas pembiayaan untuk merespons dinamika pasar yang sedang terjadi.

Juda menyebutkan secara keseluruhan, pembiayaan anggaran di Februari 2026 mencapai Rp164,2 triliun atau setara 23,8 persen dari target APBN yang senilai Rp689,1 triliun.

Pembiayaan tersebut terdiri atas pembiayaan utang sebesar Rp185,3 triliun dan pembiayaan non-utang sebesar minus Rp21,1 triliun. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

6 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

6 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

7 hours ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

7 hours ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

8 hours ago

OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal di Kuartal I 2026, Capai Rp96 Miliar

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More

8 hours ago