Pembentukan bank tanah seharusnya, kata dia, dilakukan sejak dahulu, karena masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kesulitan memiliki rumah yang disebabkan harga tanah terus meroket.
“Kalau ada bank tanah, kita bisa ambil tanah-tanah yang terbengkalai dan harganya nanti terkontrol, tidak seperti sekarang,” ucap Sofyan.
Sementara untuk tanah-tanah di kota besar, lanjut Sofyan, diperlukan konsolidasi tanah untuk membangun perumahan susun, dimana tujuannya menggiring masyarakat yang tinggal di daerah kumuh agar tinggal di rumah susun.
Bank tanah atau land bank merupakan sarana manajemen pertanahan yang dilakukan oleh sejumlah negara akibat meledaknya pertumbuhan pendudukan. (*)
(Baca juga: BPN Segera Sertifikasi Seluruh Tanah di DKI)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More