“Kita berharap penggunaan dana ini akan meningkatkan status desa berkembang menjadi desa mandiri, dan desa tertinggal dapat menjadi desa berkembang. Jadi kelak tidak akan ada lagi desa tertinggal,” tuturnya.
Di tempat yang sama, President Director Sucor Sekuritas, Nicolaos Oentung mengungkapkan, pemberdayaan ekonomi saat ini dinilainya sudah berhasil dan pihaknya mendukung atas kebijakan tersebut.
“Berdasarkan hasil penelitian tim Sucor Sekuritas, inisiatif pemberdayaan perekonomian pedesaan ini mulai membuahkan hasil. Sudah banyak BUMDes yang meraup laba seperti yang ditargetkan pemerintah. Sucor Sekuritas meyakini kesuksesan program BUMDes ini akan berdampak pada meningkatnya daya beli masyarakat pedesaan,” ungkap Nicoulas.
Ia menambahkan, ekonomi pedesaan juga pasti akan mempengaruhi perkembangan perekonomian nasional secara keseluruhan bagi masyarakat Indonesia dan tidak hanya di pedesaan namun juga diperkotaan. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Nobu Bank catat laba Rp481,3 miliar di 2025, tumbuh 46,3% yoy. Kredit naik… Read More
Poin Penting Bank Jambi dan SMF bekerja sama senilai Rp200 miliar untuk memperkuat likuiditas KPR.… Read More
Poin Penting Indonesia dan Korea Selatan meneken kerja sama investasi senilai Rp173 triliun, hasil kunjungan… Read More
Poin Penting Tambahan likuiditas pemerintah memperkuat penyaluran kredit BRI, terutama ke sektor UMKM. BRI tetap… Read More
Poin Penting Budi Herawan kembali terpilih sebagai Ketua AAUI periode 2026–2030 melalui aklamasi, mencerminkan kepercayaan… Read More
Poin Penting DSSA mengintegrasikan bisnis energi berkelanjutan dan infrastruktur digital sebagai mesin pertumbuhan jangka panjang,… Read More