Jakarta – Menteri Koordinator bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Airlangga Hartarto menegaskan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro diperpanjang hingga 5 April 2021.
Selain itu, Airlangga juga menjelaskan, PPKM Mikro akan diperluas kepada lima provinsi, sehingga PPKM Mikro akan dilaksanakan di 15 provinsi.
“Kami sampaikan ini (PPKM Mikro) diperpanjang 23 Maret sampai 5 April dan lima daerah tambahan adalah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur,” kata Airlangga dalam Konferensi Pers Perpanjangan dan Perluasan PPKM Mikro secara virtual, Jumat 19 Maret 2021.
Airlangga menjelaskan keputusan untuk memperpanjang PPKM Mikro disebabkan oleh efektif nya pelaksanaan PPKM Mikro untuk menekan laju penambahan kasus aktif covid-19, baik dari segi jumlah maupun persentase.
Secara umum, menurutnya, pelaksanaan selama 10 minggu PPKM Mikro telah menekan laju penambahan kasus aktif, jumlah dan persentase turun secara signifikan. “Sejak kasus tertinggi terjadi pada 5 Februari 2021, kasus aktif sudah turun sebesar 25,42% sebanyak 44.919 kasus,” jelas Airlangga.
Tak hanya itu, indikator pengendalian covid-19 seperti bad occupancy rate/ICU, tingkat kesembuhan dan tingkat kematian di 10 provinsi pelaksana PPKM Mikro juga telah terjadi perbaikan seiring dengan kedisiplinan protokol kesehatan.
Airlangga menjelaskan bahwa parameter perluasan PPKM Mikro ke lima provinsi masih sama dengan sebelumnya, yakni tingkat kasus aktif di atas rata-rata nasional, tingkat kesembuhan di bawah rata-rata nasional, tingkat kematian di atas rata-rata nasional, dan tingkat keterisian rumah sakit atau ruang isolasi di atas 70%. (*)
Editor: Rezkiana Np