Jakarta–Pasca pelantikan Donald Trump sebagai presiden ke-45 Amerika Serikat (AS), negara-negara di dunia akan memantau langkah-langkah atau kebijakan yang diambil. Terutama terkait kebijakan Trump di sektor ekonomi.
Indonesia pun harus mewaspadai dan menyiapkan langkah-langkah sebagai bentuk antisipasi dari kebijakan yang akan diterapkan oleh Presiden Trump. Oleh sebab itu, pemerintah terus memantau terkait kebijakan apa yang akan dilakukan oleh Trump.
“Belum lah, tapi kita perhatikan terus perkembangan kebijakannya seperti apa. Hari-hari ini kita perhatikan terus,” ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara, di Jakarta, Senin, 23 Januari 2017.
Pada saat kampanye, Donald Trump sering mengumbar pernyataan yang membuat kontroversial dan sentimen di pasar global. Salah satunya yakni, kebijakan di bidang ekonomi, dimana AS akan menerapkan kebijakan proteksionis atau lebih mendahulukan kepentingan AS. (Bersambung ke halaman berikutnya)
“Kita memperhatikan terus terutama perkembangan kebijakan yang dikeluarkan. Kalau dulu kan kita lihat dari kampanye beliau, sekarang kan kebijakan apa yang betul-betul akan diambil. Kita perhatikan saja,” ucap Suahasil.
Soal kebijakan Trump di sektoe ekonomi, pemerintah harus melihatnya sebagai sebuah tantangan. Negeri Paman Sam tersebut memang masih menjadi negara tujuan utama ekspor Indonesia. Sepanjang 2016, ekspor Indonesia ke AS berkisar US$15,68 miliar atau naik 2,46% ketimbang tahun sebelumnya.
(Baca juga: Pasar Keuangan RI, Tunggu Trump Tentukan Menterinya)
Kendati demikian, kebijakan proteksionis Trump bukan berarti menjadi batu sandungan yang besar bagi pemerintah Indonesia. Suahasil mengaku, bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk meminimalisir dampak dari kebijakan yang akan diterapkan oleh Presiden Trump.
“Kita pemerintah memperhatikan terus kebijakan yang akan diambil. Kita perhatikan terus seperti apa, kita kan tahu yang sudah dibicarakan keluar dari TPP (Trans Pacific Partnership) sudah kan. Akan menaikkan pajak terutama border tax (pajak perbatasan),” ucapnya. (*)
Editor: Paulus Yoga




