Ilustrasi: Utang luar negeri Indonesia naik. (Foto: istimewa)
Jakarta–Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mewakili Pemerintah dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengenai kerangka ekonomi makro dan dan pokok-pokok kebijakan fiskal dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 di Kompleks Parlemen DPR-MPR, Jakarta, Selasa (6/6/2017).
Perihal pembiayaan dan pengelolaan utang, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengklaim, penggunaan utang pemerintah cukup produktif walau terus bertambah.
“Dalam 10 tahun terakhir, rata-rata defisit APBN adalah 1,6 persen dan rata-rata pertumbuhan ekonomi 5,6 persen. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan utang cukup produktif untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian rasio utang terhadap PDB tetap dapat dijaga cukup rendah dan sustainable,” ujar Sri Mulyani di Gedung DPR-MPR, Jakarta, Selasa, 6 juni 2017.
Per akhir April 2017, total utang mencapai Rp3.667 triliun atau naik Rp17 triliun, dibandingkan Maret 2017. Sri Mulyani menambahakan, pemerintah tentu terus menjaga pengelolaan APBN yang sehat dan berkelanjutan dengan meningkatkan penerimaan negara, penurunan defisit, serta pemanfaatan defisit untuk investasi yang produktif dan strategis.
Ia menambahkan pihaknya juga akan tetap menjaga defisit APBN di bawah 3 persen dan rasio utang terhadap PDB pada tingkat yang aman. Di samping itu, pemerintah juga terus memperkuat kredibilitas pengelolaan fiskal dan pengelolaan ekonomi. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More