Jakarta–Pemerintah perlu segera mempercepat pembangunan ekonomi dengan menggunakan pendekatan klaster industri dan rantai nilai (value chain) untuk mendongkrak daya saing nasional, sehingga tidak perlu lagi tergantung pada ketersediaan sumber daya alam dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Baca juga: Genjot Daya Saing, RI Harus Punya Country Branding
“Kesejahteraan rakyat harus diciptakan oleh negara, tidak boleh lagi bergantung pada sumber daya alam untuk memajukan kesejahteraan rakyat,” ujar Presiden Direktur & CEO IPMI International Business School, Jimmy Gani pada kuliah umum dalam acara temu alumni ‘IPMI Reconnect’ di Kampus IPMI, Kalibata, Jakarta, 4 Februari 2017.
Jimmy membawakan presentasi berjudul ‘Enhasing Competitiveness through clustered-based economic development‘. Menurutnya, beberapa negara yang minim sumber daya alam justru lebih maju perekonomiannya. Singapura, misalnya. Di sisi daya saing, Indonesia berada di rangking 41, jauh tertinggal dari Singapura yang berada di posisi 2 berdasarkan laporan World Economic Forum (WEF) 2016-2017. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Lulusan Master of Public Administration, John F Kennedy School of Government Harvard University itu menambahkan, modernisasi dalam paradigma ekonomi perlu dilakukan supaya perekonomian nasional tidak stagnan. Caranya dengan menitikberatkan pembangunan nasional pada perbaikan iklim investasi, pengembangan inovasi, dan peningkatan daya saing industri.
Baca juga: Daya Saing Sektor Maritim Harus Diperkuat
Lebih lanjut, Jimmy mengajak para alumni kampus IPMI yang sudah memiliki peran penting dalam berbagai sektor industri, untuk berkontribusi terhadap peningkatan daya saing di institusinya masing-masing.
“Alumni IPMI harus berperan aktif dalam mendongkrak daya saing nasional sehingga dapat tercipta pemerataan ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya. (*)








