Bambang Brodjonegoro; Pencairan anggaran lebih baik. (Foto: Erman Subekti).
Rasio hutang Indonesia mencapai 24,7%. Pemerintah fokus pada pinjaman yang berisiko rendah. Apriyani Kurniasih.
Jakarta–Dalam Nota Keuangan, pemerintah menentukan defisit sebesar 2,1% dari Produk Domestik Bruto (PDB), yang berarti kebijakan fiskal yang diambil bersifat ekspansif.
Menteri Keuangan, Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan, dalam pengelolaan defisit, pemerintah akan melakukan pembiayaan atau utang untuk menyempurnakan kualitas perencanaan investasi pemerintah.
“Utang harus diarahkan untuk kegiatan produktif,” kata Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro saat Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, RI di Jakarta pada Selasa, 6 Oktober 2015.
Menkeu menambahkan, sebagai Asset Liabilities Management, utang harus dikelola secara aktif. Saat ini, rasio utang terhadap PDB Indonesia adalah 24,7 persen. “Angka ini masih sama dengan tahun 2014,” katanya.
Menurut Menkeu, rasion utang Indonesia per PDB ini relative masih kecil jikan dibandingkan negara-negara lain. Saat ini, pemerintah fokus pada pinjaman yang sifatnya multilateral – bilateral, karena risiko yang lebih rendah. “Utang luar negeri Indonesia berdasarkan mata uang paling besar terhadap rupiah adalah dalam US Dolar, Yen Jepang, dan Euro,” jelasnya.
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More