Jakarta–Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan pihaknya belum memiliki rencana untuk menurunkan bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) ke angka 7 persen.
“Kita sudah naikkan targetnya, itu saja dulu. Kita ingin KUR itu mulai naik porsinya di sektor produksi, bukan di perdagangan,” ujar Darmin pada acara Peluncuran Buku Laporan Perekonomian Indonesia 2016 di Kompleks Bank Indonesia, Jakarta, Kamis, 27 April 2017.
Baca juga: BNI Salurkan Kredit Usaha Rakyat ke 2.463 TKI
Ia menjelaskan, saat ini suku bunga KUR belum dapat diturunkan hingga 7 persen pada tahun ini dan masih tetap berada di level 9 perse.
Darmin menginginkan jika porsi KUR tahun ini lebih banyak ke sektor produksi. Ia khawatir, bila ketentuan KUR semakin banyak diubah, targetnya justru tidak tercapai. Dalam kesempatan ini juga ia mengkonfirmasikan bahwa akan meningkatkan porsi kredit pada produksi. (Bersambung ke halaman berikutnya)
“Kalau penurunan angka bunga kredit jangan dulu deh. Kami kan sudah naikkan targetnya. Dan untuk isu tahun depan sektor produksi bisa bergerak ke sektor produksi 60 sampai 70 persen itu baru betul,” ujarnya
Baca juga: Kredit ke Sektor Pangan Belum Optimal
Isu penurunan bunga kredit ini bermula kala sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta agar bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) turun menjadi tujuh persen dari sembilan persen. JK mengungkapkan bahwa penurun tersebut untuk mendorong pertumbuhan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Adapun anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2017 yang dialokasikan untuk KUR sebanyak Rp9,44 triliun. Dengan rincian sebesar Rp9,02 triliun untuk subsidi bunga KUR, dan sisanya Rp 414,3 miliar untuk imbal jasa penjaminan. (*)
Editor: Paulus Yoga




