Categories: Keuangan

Pembangunan Pemerintah Perlu Didukung Stabilitas Sistem Keuangan Terjaga

Sumedang – Pemahaman atas substansi yang terdapat dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (UU PPKSK), perlu terus disosialisasikan secara berkelanjutan kepada seluruh pemangku kepentingan demi efektifitas penerapan ketentuan tersebut.

Demikian pernyataan tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. Rina Indiastuti dalam seminar bertema “Sistem Keuangan Indonesia dan Kerangka Kebijakan Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan” di Unpad, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Rabu, 19 Februari 2020.

Prof. Rina Indiastuti menyampaikan, dinamika yang terjadi saat ini di dunia perlu terus disikapi dengan cermat oleh Pemerintah. “Program pembangunan Pemerintah perlu terus didorong dengan didukung oleh stabilitas sistem keuangan yang terjaga,” ujarnya.

Sementara itu, di tempat yang sama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Keuangan, Hadiyanto menambahkan bahwa berdasarkan pengalaman saat menghadapi krisis keuangan asia tahun 1997-1998 dan krisis keuangan global tahun 2008, Indonesia telah melakukan reformasi sektor keuangan.

Reformasi tersebut antara lain melalui penataan landasan hukum dan kelembagaan untuk memperkuat kerangka kerja pencegahan dan penanganan krisis sistem keuangan. “Dengan reformasi itu, kita patut optimis sektor keuangan Indonesia cukup tangguh untuk menghadapi tekanan, baik yang berasal dari faktor internal maupun faktor eksternal,” ucapnya.

Seminar yang bertema “Sistem Keuangan Indonesia dan Kerangka Kebijakan Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan” ini merupakan kolaborasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (FEB Unpad) dengan Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Tujuan seminar adalah memberikan pandangan mengenai sistem keuangan Indonesia dan pemahaman mengenai kerangka kebijakan UU PPKSK, termasuk tugas dan wewenang KSSK dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. 

Seminar yang berlangsung setengah hari ini terbagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama, topik yang dibahas mengenai sistem keuangan Indonesia dan perkembangan ekonomi terkini. Selanjutnya, pada sesi kedua, topik yang dibahas mengenai kerangka kebijakan pencegahan dan penanganan krisis sistem keuangan. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Bank BPD Bali Sudah Setor Dividen Rp826 Miliar ke Pemda

Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More

12 hours ago

Rekomendasi 5 Aplikasi Nabung Emas yang Aman dan Praktis

Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More

12 hours ago

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Begini Respons Pemerintah

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More

17 hours ago

Investasi Reksa Dana BNI AM Kini Bisa Dibeli di Kantor Cabang KB Bank

Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More

17 hours ago

Kadin Gandeng US-ABC Perluas Ekspor Alas Kaki ke AS

Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More

21 hours ago

Alasan Mahkamah Agung AS “Jegal” Kebijakan Tarif Trump

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More

23 hours ago