Moneter dan Fiskal

Pelaku Pasar Cermati Arah Kebijakan Fiskal Menkeu Purbaya

Poin Penting

  • Pelaku pasar mencermati transisi Menkeu dari Sri Mulyani ke Purbaya Yudhi Sadewa yang diproyeksikan lebih ekspansif dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
  • Tiga sorotan utama: pergeseran dari disiplin fiskal ke pro-growth, peningkatan belanja pemerintah termasuk dana Rp200 triliun ke bank BUMN, serta optimalisasi peran swasta.
  • Volatilitas jangka pendek diprediksi berlanjut, namun jadi peluang buy on weakness terutama di sektor perbankan BUMN dan saham pilihan seperti TLKM, TOWR, MTEL, JPFA, KLBF, dan BRPT.

Jakarta - Transisi kepemimpinan Menteri Keuangan (Menkeu) dari Sri Mulyani kepada Purbaya Yudhi Sadewa menjadi perhatian utama pelaku pasar karena dinilai akan menentukan arah kebijakan fiskal ke depan.

Chief Economist & Head of Research PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto menjelaskan, saat ini pasar tengah mencermati arah kebijakan fiskal Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

“Sejak 2016, Sri Mulyani dikenal menekankan disiplin fiskal dan transparansi anggaran. Dengan pergantian ini, mandat Presiden kepada Menteri Keuangan baru adalah mempercepat pencapaian pertumbuhan ekonomi 8 persen,” ujar Rully di Jakarta, Selasa, 23 September 2025.

Baca juga : Menteri Keuangan Baru, Tantangan Lama

Menurut Rully, ke depannya publik akan melihat kebijakan fiskal yang lebih ekspansif dengan peran pemerintah dan swasta yang lebih besar dalam mendorong pertumbuhan

Sorotan Pelaku Pasar

Chief Economist & Head of Research PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto. (Foto: Tangkapan layar)

Lebih lanjut, kebijakan ekonomi yang menjadi sorotan pasar di bawah kepemimpinan Menkeu baru antara lain, pergeseran dari disiplin fiskal menuju kebijakan pro-growth dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen. 

Lalu, kebijakan fiskal yang lebih ekspansif, melalui peningkatan belanja pemerintah dan dukungan terhadap program prioritas, salah satunya adalah dengan menyalurkan dana kredit ke bank-bank BUMN senilai Rp 200 triliun.

Ketiga, optimalisasi peran sektor swasta dan pemerintah dalam mendorong investasi dan konsumsi. 

Baca juga: Mengintip Penurunan Harta Nadiem Makarim usai Tak Lagi Jadi Menteri Jokowi

Dia menambahkan bahwa meskipun latar belakang Purbaya sebagai ekonom dan mantan pejabat BUMN memberikan keyakinan akan kapasitasnya, pelaku pasar tetap menunggu kejelasan mengenai komitmen disiplin fiskal, transparansi anggaran, dan sumber pembiayaan program prioritas pemerintah.

Dengan demikian maka implikasi kebijakan baru tersebut bagi pasar modal adalah volatilitas jangka pendek yang berpotensi berlanjut, tetapi peluang investasi tetap terbuka dalam periode konsolidasi.

“Pasar masih menantikan kepastian apakah kebijakan ekspansif ini akan tetap menjaga keberlanjutan fiskal. Ketidakpastian tersebut menjadi salah satu faktor yang menahan pergerakan indeks saham dan meningkatkan volatilitas pasar obligasi,” jelas Rully.

Page: 1 2

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

BCA Syariah Luncurkan BSya Digital Membership Card Ivan Gunawan Prive dan Mandjha

Pada kesempatan tersebut, BCA Syariah meluncurkan digital membership Mandjha dan Ivan Gunawan Prive yang terintegrasi… Read More

4 hours ago

Indeks INFOBANK15 Menguat 1,18 Persen di Tengah Tekanan MSCI

Poin Penting IHSG rebound kuat pada penutupan Jumat (30/1/2026), menguat 1,18 persen ke level 8.329,60,… Read More

4 hours ago

Friderica Widyasari Dewi Ditunjuk Jadi Ketua dan Wakil Ketua OJK

Poin Penting Friderica Widyasari Dewi ditunjuk sebagai Anggota DK OJK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua,… Read More

6 hours ago

Rekam Jejak Friderica Widyasari Dewi Bos OJK yang Baru

Poin Penting OJK menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil… Read More

7 hours ago

Ekonom CSED INDEF Cermati Rencana Danantara Masuk ke Bursa

Poin Penting Ekonom CSED INDEF menekankan kepastian regulasi, dengan meminta BEI dan OJK tetap dikelola… Read More

7 hours ago

Presiden Prabowo Dikabarkan Akan Merombak Direksi Himbara

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto memerintahkan perombakan total direksi bank Himbara, dengan pimpinan baru yang… Read More

7 hours ago