“Lalu kebijakan fiskal yang longggar dengan memangkas pajak tentunya akan mendorong risiko pelebaran defisit anggaran yang berujung pada kenaikan utang luar negeri pemerintah AS,” ucap Josua.
Sementara terkait dengan rencana Trump untuk memangkas tax ratio cenderung akan mendorong kenaikan inflasi lebih cepat dari perkiraan. Yield US Treasury sudah naik hampir 30 basis poin sejak jelang pengumuman hasil Pilpres lantaran adanya ekspektasi kenaikan inflasi yang lebih cepat dengan kebijakan fiskal yang longgar.
(Baca juga: Membedah Makna Kemenangan Trump)
“Sehingga ini mendorong sell-off di pasar obligasi. Sekarang Yield US Treasury di posisi 2,15%. Dan kemarin yield obligasi ASEAN juga cenderung naik karena kenaikan yield US Treasury,” tutupnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Komisi II DPR menyoroti keunikan Bank Banten yang sepenuhnya dimiliki Pemprov Banten, berbeda… Read More
Poin Penting Di tengah ketidakpastian global, wirausaha dan UMKM—yang mencakup lebih dari 97 persen struktur… Read More
Pendanaan ini merupakan bagian dari kolaborasi strategis jangka panjang antara kedua pihak yang terjalin sejak… Read More
Produk ini memiliki dua plan untuk melayani kebutuhan yang berbeda yaitu Plan Protection yang mengedepankan… Read More
Poin Penting Maybank luncurkan strategi ROAR30 hingga 2030 untuk memperkuat daya saing dan kinerja keuangan… Read More
Poin Penting Keterbatasan Early Warning System (EWS) membuat skema asuransi kebencanaan berisiko merugi dan sulit… Read More