Ilustrasi: Pelayanan di PT Pegadaian. (Foto: istimewa)
Jakarta – PT Pegadaian tengah menyiapkan uji coba Bank Bullion atau bank emas di Indonesia. Di akhir 2022 Pegadaian sudah mulai menyalurkan Bullion Service dengan perusahaan maupun industri emas dalam rangka membangun Bank Bullion kedepan.
Ferdian Timur Satyagraha Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Pegadaian mengatakan, di tahun 2023 pihaknya melihat potensi untuk membangun Bank Bullion dalam mengembangkan bisnis.
“Di 2022 akhir ini kami mulai menyalurkan Bullion Service yaitu, kami sudah menyalurkan dengan perusahaan-perusahaan maupun industri emas dalam rangka untuk membangun rencana kami kedepan sebagai Bullion Bank,” ujar Ferdian, di Jakarta, Kamis, 10 November 2022.
Lanjutnya, ada tiga produk Bullion Service yang sedang di uji coba yaitu, Dore Bullion, Gold Metal Loans, dan Unallocated Metal Account yang mekanismenya sedang berproses kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kita lagi piloting ke beberapa industri emas, jadi ada tiga jenis produk yaitu Dore Bullion produk yang diberikan pas emas belum jadi, Gold Metal Loans emas ditukar dengan emas jadi mereka yang membutuhkan emas kita pinjami emas, satu lagi Unallocated Metal Account jadi nanti tabungan emas itu bisa seperti deposito jadi dapet yield atau bunga,” jelasnya.
Selain itu, PT Pegadaian menargetkan di tahun 2023 Out Standing Loan (OSL) pegadaian akan tumbuh 16%, ditopang secara seimbang oleh produk gadai dan non gadai.
“Digerakan seimbang oleh gadai dengan produk emas dan non gadai dengan produk kurs syariah, bisnis dan holding. Tapi emas yang akan kita optimalisasi karena tren harga emas mungkin potensinya akan naik di tahun depan. Secara nominal gadai emas memang masih tinggi kontrinbusinya, tapi secara growth non gadai mulai tumbuh tinggi juga,” pungkas Ferdian. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More
Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More
Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More