Jakarta–PT Pefindo Biro Kredit (PBK) menawarkan 4 program utama guna bantu Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dalam proses aplikasi kredit baru maupun monitoring kredit eksisting debitur oleh lembaga keuangan agar dilakukan secara lebih cepat, efisien, dan mudah.
“Tentu layanan kami berbeda, kami punya empat program unggulan yang dapat secara cepat melihat data calon kreditur dengan sistem skor,” ujar Direktur Utama Pefindo Biro Kredit Ronald T Andi Kasim di Bursa Efek Indonesia Senin, 8 Mei 2017.
Layanan pertama yakni, Pefindo Score & Report yakni Laporan debitur yang disajikan secara lengkap dan komprehensif berisi identitas, fasiIitas kredit dan non kredit, riwayat pembayaran dan credit score. Selanjutnya PefindoAlert yakni Notifikasi otomatis atas perubahan kritikal pada profil kredit debitur guna mempermudah pemantauan debitur
Selain itu terdapat juga Pefindo Profiling: AnaIisis data sesuai permintaan yang dapat digunakan sebagai referensi daiam pengembangan usaha dan penentuan kebijakan dan selanjutnya Pefindo Identity Checking yakni Verifikasi identitas calon debitur perorangan maupun perusahaan secara digital. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Lebih lanjut Ronald menambahkan, keberadaan Pefindo Biro Kredit merupakan wujud komitmen pihaknya dalam mendukung penguatan infrastruktur sistem keuangan nasional dan perluasan akses jasa keuangan kepada masyarakat.
PT Pefindo Biro Kredit (PBK) sendiri merupakan Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan yang sahamnya dimiliki oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia, PT Pegadaian (Persero), PT Taspen (Persero), PT Sigma Cipta Caraka (Telkom Sigma), PT Consumer Information Consulting dan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia. PBK teIah memperoleh izin operasional dari Otoritas Iasa Keuangan pada tanggal 22 Desember 2015.
Ronald mengatakan bahwa layanan Pefindo Biro Kredit saat ini sudah bisa dimanfaatkan oleh lembaga keuangan secara luas dan dihralkan akan lebih menjngkatkan efisiensi dalam proses penilaian kelayakan aplikasi kredit baru
“Laporan perkreditan yang mudah dipahami dan dilengkapi skor kredit tentunya akan meningkatkan efisiensi dalam proses penilaian kelayakan aplikasi kredit baru serta mempermudah pemantauan debitor eksisting,” ujarnya. (*)
Editor: Paulus Yoga




