Tips & Trick

Pasutri Wajib Tahu! Begini Cara Atur Keuangan setelah Menikah

Jakarta – Setelah menikah, banyak pasangan suami istri (pasutri) baru yang merasa bahwa mengatur keuangan adalah tantangan nyata. Salah langkah dalam merencanakan keuangan bisa mendatangkan berbagai masalah lainnya.

Nah, supaya kamu tidak salah langkah, berikut tiga cara mengatur keuangan untuk pasangan baru ala ruangmenyala by OCBC.

1. Mulai membuka komunikasi mengenai keuangan

Hal pertama yang harus kamu lakukan dalam mengatur keuangan sebagai pasangan baru adalah mulai membuka komunikasi tentang kondisi keuangan masing-masing. 

Baca juga: Intip Besaran Gaji Deddy Corbuzier jadi Stafsus Menhan

“Kamu juga perlu terbuka mengenai kondisi finansial kepada pasangan. Selain itu, sebaiknya kamu dan pasangan saling mengetahui kebiasaan buruk dalam hal keuangan yang perlu dihilangkan,” tulis keterangan rilis tersebut, dikutip Rabu, 12 Februari 2025.

Dalam urusan komunikasi soal uang, penting bagi kamu dan pasangan untuk jujur dalam mengelola keuangan. Jangan sampai kalian saling menjadi juri siapa yang lebih baik dalam mengatur keuangan.

2. Biasakan memiliki tujuan

Selain komunikasi, pasutri juga sebaiknya membiasakan diri memiliki tujuan keuangan yang jelas. Jangan biarkan keuangan kalian mengalir begitu saja tanpa arah.

Semakin lama kamu menunda membuat tujuan dan merencanakan keuangan, semakin banyak waktu yang terbuang dan harus dikejar pada kemudian hari.

Baca juga: Transaksi Uang Elektronik Melonjak, Apa Kabar dengan Kartu Debit dan Kredit?

“Ada baiknya kamu dan pasangan mulai menetapkan tujuan dari setiap langkah yang diambil. Apa yang ingin kalian capai dalam jangka waktu 1 tahun, 2 tahun, 5 tahun, bahkan hingga 20 tahun ke depan,” tambah keterangan tersebut.

Jika kalian terbiasa memiliki tujuan, baik dalam keuangan maupun hubungan, hal ini akan mempermudah dalam membuat rencana untuk mewujudkannya. Apakah kamu sudah membiasakan diri membuat tujuan?

3. Membuat daftar pengeluaran bersama

Dalam perencanaan keuangan, pembahasan mengenai pengeluaran bersama tentu tidak boleh dilewatkan. Ketika kamu dan pasangan membuat daftar pengeluaran bersama, kalian akan dihadapkan pada dua tabel berbeda.

Pertama, buatlah anggaran bulanan. Dalam anggaran ini, kalian harus merinci rencana pengeluaran, dimulai dari yang paling prioritas: menabung dan investasi, sedekah dan donasi, serta investasi untuk diri sendiri.

Setelah kebutuhan utama terpenuhi, barulah alokasikan dana untuk kebutuhan sehari-hari, lalu terakhir untuk keinginan.

Jika ingin lebih hemat, kurangi pengeluaran untuk hal-hal yang bersifat keinginan, atau bahkan hilangkan jika memungkinkan.

Baca juga: Belum Ada Satu Bulan, Beasiswa Kemenkeu 2025 Dibatalkan Imbas Efisiensi Anggaran

Selain membuat rencana pengeluaran, kalian juga harus mencatat pengeluaran harian. Setiap transaksi perlu dicatat, dan catatan ini bisa menjadi alat untuk mengevaluasi keuangan pada bulan berikutnya.

“Apakah ada pengeluaran yang bisa dihemat? Apakah ada pengeluaran yang menyebabkan kebocoran? Semua ini bisa terjawab setelah kalian membuat rencana dan mencatat keuangan dengan disiplin,” pungkasnya.

Jadi, bagi pasangan baru yang masih bingung dalam mengelola keuangan, kalian bisa mengikuti tiga tips di atas untuk memulai langkah dalam merencanakan keuangan. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Modal Kuat dan Spin Off, OJK Optimistis Premi Asuransi Tumbuh

Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More

27 mins ago

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

4 hours ago

Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar

Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More

5 hours ago

Pemerintah Stop Subsidi Motor Listrik di 2026, Adira Finance: Penurunan Kredit Signifikan

Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More

5 hours ago

Asuransi Kesehatan Kian Menguat, OJK Catat 21 Juta Polis

Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More

5 hours ago

OJK Soroti Indikasi Proyek Fiktif di Fintech Lending, Minta Penguatan Tata Kelola

Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More

5 hours ago