PermataBank; Penuhi ketentuan Basel 3. (Foto: Erman)
Jakarta – Setelah Bangkok Bank Public Company Limited (Bank) menyelesaikan akuisisi penting atas agregat 89,12% kepemilikan saham PT Astra International Tbk dan Standard Chartered PLC di PT Bank Permata Tbk (PermataBank), bank terbesar ke-12 di Indonesia berdasarkan total aset ini akan merubah susunan komisaris.
Tercatat Bangkok Bank menempatkan empat nama komisaris baru di Permatabank. Adapun, persetujuan untuk pengangkatannya sudah disetujui oleh pemegang saham dalam RUPSLB yang dilakukan April lalu, bersamaan dengan pengangkatan jajaran direksi.
Meskipun begitu, empat orang anggota dewan komisaris baru tersebut akan berlaku efektif jika pengambilalihan PermataBank telah selesai dilakukan, yaitu pada tanggal yang sama dengan tanggal penandatanganan Akta Pengambialihan Perseroan dan efektifnya uji kepatutan dan kelayanan oleh OJK.
Dewan Komisaris yang baru akan diangkat dengan masa jabatan untuk jangka waktu sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan yang akan diselenggarakan pada 2023.
Keempat jajaran komisaris baru tersebut yakni:
Chartsiri Sophonpanich sebagai Komisaris Utama Perseroan, Chalit Tayjasanant sebagai Komisaris Perseroan serta Niramarn Laisathit sebagai Komisaris Perseroan, Komisaris: Goei Siauw Hong.
Dengan demikian, jajaran direksi dan komisaris baru Bank Permata yakni sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Chartsiri Sophonpanich (*)
Komisaris: Chalit Tayjasanant (*)
Komisaris: Haryanto Sahari
Komisaris: Rahmat Waluyanto
Komisaris: Goei Siauw Hong (*)
Komisaris: Niramarn Laisathit (*)
Dewan Direksi
Direktur Utama: Ridha DM Wirakusumah
Direktur: Abdy Dharma Salimin
Direktur: Lea Setianti Kusumawijaya
Direktur: Darwin Wibowo
Direktur Kepatuhan: Dhien Tjahajani
Direktur Unit Usaha Syariah: Herwin Bustaman
Direktur: Djumariah Tenteram
Direktur: Dayan Sadikin
Poin Penting OJK memproyeksikan kinerja perbankan tetap solid pada 2026, ditopang pertumbuhan kredit, DPK, kualitas… Read More
Oleh Junaedy Gani DARI waktu ke waktu muncul aspirasi tentang keberadaan sebuah Sovereign Wealth Fund… Read More
Poin Penting KPK menyita Rp6,38 miliar dari OTT kasus dugaan suap pemeriksaan pajak di KPP… Read More
Poin Penting IHSG menguat di awal perdagangan: Pada pembukaan 12 Januari 2026 pukul 09.04 WIB,… Read More
Poin Penting IHSG berpeluang menguat untuk menguji level 9.030–9.077, namun investor diminta waspada potensi koreksi… Read More
Poin Penting Rupiah melemah di awal perdagangan Senin (12/1/2026) sebesar 0,17 persen ke level Rp16.847… Read More