Jakarta–Setelah dalam beberapa hari terakhir laju rupiah selalu tertekan dengan sentimen penguatan Dolar AS, kini laju rupiah mampu menguat setelah pengumuman Manufacturing Purchasing Manager’s Index (PMI) di AS yang mengalami kenaikan dan pelaku pasar memanfaatkan kondisi tersebut untuk profit taking pada Dolar AS.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada dalam risetnya di Jakarta, Kamis, 5 Januari 2017. Menurutnya, meski rilis pengumuman Manufacturing PMI AS telah memberikan sentimen positif pada dolar, namun pelaku pasar justru melakukan profit taking pada mata uang Negeri Paman Sam itu.
“Di sisi lain, sikap pelaku pasar yang masih menanti rilis risalah FOMC pada Rabu waktu setempat dan data tenaga kerja AS di akhir pekan nanti membuat sebagian besar mereka melepas US$,” ujar Reza. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Badan Gizi Nasional (BGN) menerapkan skema kerja hybrid (WFH-WFO) 50% untuk unit yang… Read More
Poin Penting Zulkarnain Sitompul menegaskan kredit macet tidak otomatis menjadi tindak pidana, melainkan bagian dari… Read More
Poin Penting Kadin mendorong dunia usaha meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi seiring pemberlakuan KUHP baru Perusahaan… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi mengintegrasikan… Read More
Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menilai data backlog perumahan masih belum akurat… Read More
Poin Penting BTN meresmikan Ecopark Dago sebagai pusat pelatihan SDM berbasis konsep modern dan ramah… Read More