Sementara itu, kata dia, adanya rilis data-data indeks manufaktur Eropa yang juga membaik dimanfaatkan pelaku pasar untuk masuk ke Euro dan Poundsterling (GBP) sehingga nilai Dolar AS terlihat melemah. Nilai tukar rupiah pun dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk menguat sebagai dorongan tambahan dan memberikan sentimen positif.
“Sebelumnya kami sampaikan, laju rupiah terlihat kurang dapat menemukan momentumnya untuk pembalikan arah menguat dimana masih berkubang di zona merah dan masih dalam garis tren melemahnya,” ucapnya.
Meski demikian, dia berharap pelemahan rupiah kembali dapat lebih terbatas. “Diharapkan sentimen ini masih dapat bertahan untuk memberikan konfirmasi sinyal penguatan pada rupiah. Rupiah diprediksi akan bergerak dengan pada kisaran support Rp13.485 dan resistance Rp13.370,” tutupnya. (*)
(Baca juga: Sentimen Positif Dorong Penguatan Rupiah di Awal Tahun)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Presiden Prabowo menetapkan delapan hari cuti bersama ASN 2026, dengan cuti terbanyak pada… Read More
Poin Penting IHSG ditutup di 8.031,87, naik 1,22 persen dari 7.935,26, dengan 433 saham menguat,… Read More
Poin Penting BCA optimistis penyaluran KPR naik 6–7 persen pada 2026, didukung strategi layanan digital,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengucapkan selamat kepada Thomas Djiwandono atas pelantikannya sebagai Deputi… Read More
Poin Penting Kemensos akan memfokuskan penyaluran PKH dan bantuan sembako hanya kepada masyarakat desil 1… Read More
Poin Penting AM Best kembali menetapkan Tugu Insurance meraih FSR A- (Excellent) dan Long-Term ICR… Read More