Poin Penting
- Paramount Land menghadirkan 44 unit Grand Boulevard Aniva di Gading Serpong dalam tiga tipe komersial
- Kawasan mengusung konsep placemaking dengan fasilitas publik, ruang hijau, dan konektivitas yang mendukung aktivitas bisnis
- Grand Boulevard Aniva berada di antara Gading Serpong dan BSD City, dengan akses dan fasilitas pendukung kawasan.
Jakarta – Pengembangan kawasan komersial di Gading Serpong terus bergerak seiring meningkatnya aktivitas bisnis dan gaya hidup masyarakat. Kondisi tersebut mendorong pengembang memperkuat ekosistem komersial yang tidak hanya mengandalkan ruang usaha, tetapi juga aktivitas dan konektivitas kawasan.
Salah satu pengembang yang agresif menghadirkan kawasan komersial adalah Paramount Land. Baru-baru ini, mereka menghadirkan Grand Boulevard Aniva sebagai area komersial terbaru di kawasan Aniva @ Paramount Gading Serpong.
Pada tahap pertama, Grand Boulevard Aniva menghadirkan 44 unit ruko komersial yang terbagi dalam tiga tipe, yakni Reguler sebanyak 21 unit, Alfresco 17 unit, dan Boutique Shop enam unit.
Ferry John Sihombing, Direktur Sales & Marketing Paramount Land, menyampaikan perkembangan kawasan komersial tidak hanya berkaitan dengan pembangunan ruang usaha, tetapi juga pembentukan ekosistem yang dapat mendorong aktivitas ekonomi dan interaksi masyarakat.
Baca juga: BI Catat Kredit Properti Capai Rp1.718,6 Triliun di Juli 2026, Tumbuh 18,4 Persen
“Kesuksesan pertumbuhan kawasan komersial di Paramount Gading Serpong merupakan bagian dari komitmen kami yang tidak hanya mengembangkan bangunan ruko, tetapi juga membangun ekosistem bisnis dan gaya hidup, menumbuhkan komunitas dan interaksi sosial, meningkatkan value kawasan, dan mengembangkan investasi jangka panjang yang menguntungkan,” jelas Ferry dikutip 10 September 2026.
Pengembangan Grand Boulevard Aniva mengacu pada konsep placemaking yang menitikberatkan pengalaman pengunjung dan interaksi sosial. Kawasan tersebut dikembangkan sebagai urban commercial hub yang terintegrasi dengan area sekitar dan ditopang aktivitas kendaraan serta pasar potensial.
“Calon pelaku usaha tidak hanya membeli ruang untuk berbisnis, tetapi masuk ke dalam ekosistem yang sudah hidup,” kata Ferry.
Dari sisi lokasi, Grand Boulevard Aniva berada di antara kawasan Paramount Gading Serpong dan BSD City. Kawasan ini memiliki dua boulevard utama, yakni ROW 30 dan ROW 28, yang terhubung dengan akses Gading Serpong–BSD City.
Area komersial tersebut juga dikelilingi pusat komersial Aniva dan Pasadena Central District serta sejumlah klaster residensial yang telah dihuni. Selain itu, tersedia enam jalur masuk dan sistem parkir gateless untuk mendukung akses serta mobilitas pengunjung.
Grand Boulevard Aniva juga dirancang dengan sejumlah fasilitas publik yang diharapkan menjadi penggerak aktivitas kawasan. Salah satunya Aniva Grand Atrium, area publik seluas 1.200 meter persegi yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan komunitas, pop-up market, pameran hingga pertunjukan.
Selain itu, terdapat Aniva Green Park berupa green park connector sepanjang 550 meter yang menghubungkan area Aniva hingga Amarillo Village. Area ini dilengkapi Bridge of Harmony, amphitheater, promenade, mini stage, jogging track, taman, hingga ribbon wall.
Untuk meningkatkan pergerakan pengunjung di dalam kawasan, Paramount Land juga menghadirkan Aniva Central Junction di persimpangan jalan Aniva. Elemen tersebut menggunakan konsep yellow box junction yang terinspirasi dari Shibuya Crossing di Jepang.
Sejumlah elemen visual turut melengkapi kawasan, seperti Aniva Clock Square dan Aniva Mural Walk.
Sementara, Henry Napitupulu, Direktur Planning & Design Paramount Land, memaparkan, Grand Boulevard Aniva memiliki fasad American Style yang elegan dan modern, dilengkapi decorative crown dan decorative columns sebagai sentuhan karakter arsitektur yang kuat, dan warna fasad yang bervariasi pada tipe Corner untuk menghadirkan kesan dinamis dan modern.
“Komersial ini menghadirkan tiga tipe bangunan komersial untuk berbagai skala dan jenis bisnis, yakni tipe Regular, Alfresco, dan Luminous Boutique Shop,” jelasnya.
Baca juga: Tangkap Potensi Pariwisata, Pengembang Properti Ini Ekspansi Bisnis ke Labuan Bajo
Tipe Regular ditujukan untuk kebutuhan bisnis dengan berbagai skala. Sementara tipe Alfresco berada di jalan utama dengan konsep YOSECA (Your Own Self Expandable Commercial Area), yang memungkinkan fasad disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
Adapun Luminous Boutique Shop menyasar bisnis yang membutuhkan tampilan dan eksposur tinggi, antara lain light/quick service F&B, artisan coffee shop, kafe, fashion, salon kecantikan, home decor, specialty retail, hingga showroom.
Dari sisi harga, unit tipe Reguler ditawarkan mulai Rp3,2 miliar, tipe Alfresco mulai Rp3,9 miliar, sedangkan tipe Boutique Shop mulai Rp3,6 miliar. (*)


