Pembiayaan Panin Dubai Syariah tumbuh sebesar 10,93 persen secara setahunan pada tahun lalu menjadi Rp6,34 triliun. Deny menilai, meskipun pembiayaan tinggi namun tetap memungkinkan adanya risiko.
Ia juga menjelaskan dalam rangka mengantisipasi perlambatan pembiayaan secara umum, perusahaan terus melakukan pencadangan, Sehingga laba sebelum cadangan dan pajak Bank Panin Dubai Syariah sebesar Rp102 miliar per akhir tahun 2016.
Sedangkan dari sisi dana pihak ketiga (DPK) sendiri tercatat tumbuh 16,4 persen secara setahunan menjadi Rp6,89 triliun.
Saat ini pemegang saham Panin Dubai Syariah adalah PT Bank Panin Tbk sebesar 51,61 persen, Dubai Islamic Bank sebesar 39,32 persen, dan sebesar 9,07 persen dimiliki oleh masyarakat melalui pasar modal. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More
Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More