Snapshot

Pagelaran Ketoprak Financial “Ken Dedes: Harta, Tahta & Cinta

Komunitas masyarakat keuangan, perbankan, BUMN, akademisi, hingga anggota DPR dan jurnalis senior menggelar pentas Ketoprak Financial “Ken Dedes: Harta, Tahta & Cinta” di Taman Ismail Marzuki (TIM) pada Jumat, 29 Juli 2022.

Eksekutif perbankan yang ikut bermain antara lain Alexandra Askandar dan Arief Budimanta (Bank Mandiri), Rita Mirasari (Bank Danamon), Vera Eve Liem, Lianawaty Suwono, Haryanto T. Budiman, dan John Kosasih (BCA). Bahkan, Fathan Subchi, Wakil Ketua Komisi XI DPR (Komisi DPR yang membidangi keuangan dan perbankan) ikut naik panggung, bersama para jurnalis senior.

Kemudian ikut tampil juga Meliza Musa Rusli (Bank Permata), Aviliani (Allo Bank), Lisawati (Bank Ganesha), Chaterine Hadiman (HSBC), Romy Widjayanto dan Amirul Wicaksono (Bank DKI), Danny Hartono (Bank MAS), Juanita A. Luthan (Nobu Bank), Joice F. Rosandi (Sea Bank), dan Rokidi (Bank Kalbar). Eksekutif perusahaan asuransi yang ikut bermain antara lain Dumasi MM Samosir (Sinas Mas), Priyastomo (Askrindo), dan Nicolaus Prawiro (Cakrawala Proteksi).

Dari perusahaan multifinance ada Suwandi Wiratno, Ketua Umum APPI yang juga Direktur Utama CSUL Finance. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja hadir langsung menyaksikan keseruan Ketoprak Financial “Ken Dedes: Harta, Tahta & Cinta”. PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) sebagai bagian erat dari masyarakat Indonesia turut serta ambil bagian dalam pelestarian budaya di Indonesia melalui pagelaran seni ketoprak. Sebagai informasi, BCA melalui CSR Bakti BCA berkomitmen memberikan nilai kepada masyarakat dan lingkungan melakui tiga pilar utama yakni Solusi Cerdas, Bisnis Unggul, dan Sinergi BCA. Solusi Sinergi merupakan pilar Bakti BCA yang mendukung pengembangan masyarakat dalam bidang budaya, kesehatan, lingkungan, dan empati di Indonesia.

erman subekti

Recent Posts

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

14 mins ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

1 hour ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

2 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

2 hours ago

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

3 hours ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

3 hours ago