Poin Penting
- Investor asing mencatat net foreign sell Rp2,08 triliun pada perdagangan 25 Mei 2026, sehingga total outflow ytd mencapai Rp54,58 triliun.
- Saham yang paling banyak dilepas investor asing antara lain AMMN, BMRI, BUMI, AMRT, dan ANTM.
- Meski terjadi outflow besar, IHSG tetap menguat 0,72 persen ke level 6.206,34 dengan 470 saham ditutup di zona hijau.
Jakarta – Aliran dana investor asing keluar dari pasar domestik atau net foreign sell kembali mencapai Rp2,08 triliun pada perdagangan Senin, 25 Mei 2026.
Outflow investor asing kali ini berasal dari berbagai sektor, mulai dari bahan baku, keuangan, energi, hingga non-siklikal. Kondisi tersebut mendorong total outflow secara year-to-date (ytd) menjadi Rp54,58 triliun.
Baca juga: Efek Rebalancing MSCI, Potensi Outflow Bisa Tembus Rp31 Triliun
Berdasarkan data Phillip Sekuritas Indonesia, lima saham dengan aksi jual terbesar oleh investor asing meliputi:
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp226,20 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI): Rp197,58 miliar
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Rp160,73 miliar
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT): Rp157,82 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Rp121,80 miliar.
IHSG Tetap Ditutup Menguat
Meski tekanan jual investor asing masih tinggi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (25/5) tetap ditutup di zona hijau.
IHSG menguat 0,72 persen ke level 6.206,34 dari posisi sebelumnya di 6.162,04.
Berdasarkan statistik RTI Business, sebanyak 470 saham menguat, 236 saham melemah, dan 114 saham stagnan.
Baca juga: IHSG Ditutup di Zona Hijau, Saham BBHI, FILM, dan MBSS jadi Top Gainers
Sementara itu, volume perdagangan tercatat mencapai 27,66 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,06 juta kali dan total nilai transaksi sebesar Rp16,95 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra


