Nasional

OTT Pegawai Pajak oleh KPK Dinilai Jadi Titik Balik Perkuat Kepercayaan Publik

Poin Penting

  • OTT pegawai pajak dinilai momentum bersih-bersih institusi, bukan cerminan keseluruhan DJP.
  • DPR menegaskan pengawasan negara berjalan dan tidak ada kompromi terhadap penyimpangan.
  • Reformasi perpajakan perlu dipercepat, meliputi digitalisasi pemeriksaan, reformasi SDM, dan penataan konsultan pajak.

Jakarta – Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di Jakarta menuai sorotan publik. Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Ak, menilai peristiwa ini justru menjadi momentum penting untuk memperkuat integritas dan kepercayaan masyarakat.

Menurut Amin, OTT tersebut menunjukkan bahwa mekanisme pengawasan negara berjalan dan keberanian penegak hukum tetap terjaga.

“Kita harus tegas menyebut bahwa ini adalah perilaku oknum, bukan representasi dari keseluruhan institusi perpajakan. Justru saat kondisi fiskal sedang menantang, bersih-bersih harus lebih keras dilakukan. Kepercayaan publik adalah fondasi penerimaan negara,” ujar Amin, dinukil laman DPR, Rabu, 14 Januari 2026.

Baca juga: KPK, Ilusi Kerugian Negara, dan Bahaya “Narasi Paksa” dalam Kasus Dana Nonbujeter Bank BJB

Amin menilai respons cepat Kementerian Keuangan dan DJP yang menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada KPK merupakan langkah penting dalam menjaga marwah reformasi perpajakan.

Ia menegaskan, publik perlu diyakinkan bahwa negara tidak memberi ruang kompromi terhadap setiap bentuk penyimpangan.

Penindakan terbuka seperti OTT, lanjutnya, mencerminkan sistem check and balance mulai bekerja. Digitalisasi proses, pengawasan berlapis, serta audit berbasis risiko dinilai semakin mempersempit ruang abu-abu dalam relasi antara auditor, konsultan pajak, dan wajib pajak besar.

“Kalau kita ingin membangun sistem perpajakan modern dan kredibel, maka ketegasan seperti ini bukan gangguan, tapi syarat. Membersihkan oknum justru menguatkan pondasi negara,” tambah Politisi Fraksi PKS itu.

Tiga Fokus Pembenahan Perpajakan

Amin menegaskan pembenahan perpajakan perlu difokuskan pada tiga aspek utama, yakni perbaikan sistem pemeriksaan pajak, reformasi sumber daya manusia (SDM), dan penataan ulang ekosistem konsultan pajak.

Ia mendorong digitalisasi pemeriksaan pajak dari hulu ke hilir agar setiap keputusan fiskus dapat terlacak secara otomatis dan meminimalkan ruang negosiasi yang berpotensi disalahgunakan.

Baca juga: Respons Anak Buah Purbaya usai Kantor Pusat Ditjen Pajak ‘Diobok-obok’ KPK

Dari sisi SDM, Amin menilai rotasi cepat, promosi berbasis integritas, serta lifestyle check digital harus diperkuat. Sementara itu, peran konsultan pajak perlu dikembalikan sebagai penasihat kepatuhan, bukan perantara celah penyimpangan.

“Harus dipastikan reformasi perpajakan tidak berhenti pada slogan. Ruang penyimpangan harus semakin sempit, tata kelola makin kuat, dan integritas aparat menjadi tiang utama menjaga penerimaan negara,” tutur Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI ini.

Dengan langkah tegas, pengawasan konsisten, dan reformasi berkelanjutan, Amin optimistis setiap rupiah pajak dapat kembali ke masyarakat melalui pembangunan yang merata, adil, dan berkelanjutan. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

4 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

5 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

5 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

11 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

12 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

12 hours ago