Boyolali–Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank tengah diajukan untuk menjadi lembaga penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal ini diiyakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai lembaga yang merekomendasikan Eximbank sebagai penyalur KUR baru.
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad mengungkapkan, bahwa Eximbank merupakan lembaga pembiayaan yang strategis untuk menyalurkan KUR, mengingat Eximbank adalah salah satu lembaga yang fokus pada pembiayaan di sektor Usaha Kecil dan Menangah (UKM) yang berorientasi ekspor.
“Saya kira ini bagus ya, artinya OJK melihat potensinya yang sangat strategis apalagi sekarang ada portofolio yang menurut saya masih didanai dengan non-KUR,” ujar Muliaman di Boyolali, Senin, 30 Januari 2017.
Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya berupaya agar Eximbank dapat menjadi penyalur KUR baru di 2017. Kendati demikian, keputusan untuk menjadikan Eximbank sebagai penyalur KUR baru di 2017 tergantung pada surat dari Kemenko Perekonomian yang saat ini surat pengajuan Eximbank sebagai penyalur KUR sudah disampaikan. (Bersambung ke halaman berikutnya)
“Nanti kita bahas di Pak Menko Perekonomian. Ini baru keinginan nantikan prosedurnya itu LPEI mengajukan surat ke Pak Menko, nah Pak Menko minta rekomendasi dari OJK apakah bisa atau tidak. Skemanya seperti itu,” ucapnya.
(Baca juga: KUR Digiring ke Sektor Produktif, Ini Jawaban Bos OJK)
Maka dari itu, lanjut dia, pihak Eximbank harus lebih aktif untuk mengikuti prosedur yang dimaksud. Sehingga dengan demikian, keinginan OJK untuk menjadikan Eximbank sebagai salah satu lembaga penyalur KUR baru di 2017 dapat terealisasi dan berjalan efektif di tahun ini.
“Iya bisa tahun, tapi tergantung pihak Eximbank nya, mereka yang harus aktif, nah nanti kita akan endorse itu,” paparnya. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Sebelumnya Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank, Susiwijono Moegiarso mengatakan, pembahasan terkait dengan Eximbank yang diajukan sebagai lembaga penyalur KUR sudah sampai di tingkat Kemenko Perekonomian. Dirinya berharap, Eximbank bisa berkontribusi pada penyaluran KUR yang nantinya bisa membiayai pelaku-pelaku UKM untuk mengembangkan bisnisnya.
(Baca juga: Indonesia Eximbank Gandeng Lembaga Ekspor 5 Negara)
“Kami akan masuk ke sana. Di infokan kemarin sudah dibahas ditingkat Kemenko Perekonomian. Kami berharap kalau bisa kami ke depan menjadi salah satu penyalur KUR. Jadi ini akan menambah eksposur kami,” jelasnya.
Eximbank yang saat ini sudah memiliki program KUR berbasis ekspor (KURBE) tentu hal tersebut menjadi kelebihan tersendiri bagi Eximbank yang saat ini tengah diajukan sebagai lembaga penyalur KUR di segmen UKM. Oleh sebab itu dia meyakini, akan menjadi salah satu penyalur KUR terbesar. (Bersambung ke halaman berikutnya)
“Kami punya yang namanya KUR berbasis ekspor itu adalah bagian dari paket kebijakan No 11. Dan kami punya kompetensi, punya jaringan, punya semuanya, sehingga dengan mudah kami akan menyerap KUR. Kita tinggal tunggu kebijakannya saja. Usulan KUR ini sudah ditanggapi Pak Menko,” katanya.
(Baca juga: Eximbank Incar Pembiayaan Ekspor Negara Non-Tradisional)
Sementara berdasarkan Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah penyalur KUR pada 2017 akan bertambah menjadi 38 bank/lembaga keuangan bukan bank (LKBB) termasuk salah satunya koperasi yang sebelumnya hanya sebanyak 33 bank/lembaga. Kelima penyalur KUR yang baru itu adalah Adira Finance, Mega Sentra Finance, BCA Finance, FIF, dan Kospin Jasa.
Sedangkan terkait plafon KUR 2017, masih ditetapkan sebesar Rp106,4 triliun. Namun diharapkan nantinya bisa mencapai Rp110 triliun sesuai dengan rapat Komite Kebijakan yang sudah dilakukan oleh Kementerian/Lembaga terkait. Prioritas sektor ekonomi 2017 diharapkan dapat memperlebar jumlah penyaluran KUR di sektor hilir (produktif) meliputi sektor pertanian, industri pengolahan, perikanan, dan perkebunan. (*)


