Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae. (Foto: M. Zulfikar)
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa penutupan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) tidak akan menimbulkan dampak yang signifikan terhadap perekonomian domestik.
“Bisa dikatakan bahwa apabila terjadi sesuatu dan dan mudah-mudahanan tidak terjadi sesuatu penanganan terhadap bank-bank bermasalah itu diperkirakan tidak akan menimbulkan dampak yang signifikan kepada perekonomian kita,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam Virtual Seminar LPPI, Jumat, 26 Juli 2024.
Dian menjelaskan, memang dalam kurun waktu 1,5 tahun ini, OJK tengah ‘membereskan’ BPR-BPR bermasalah untuk memperkuat BPR antara lain, dengan melakukan penutupan BPR yang memiliki kelemahan struktural dan terindikasi fraud.
Baca juga: Lagi! OJK Cabut Izin BPR Sumber Artha Waru Agung
“Penutupan-penutupan BPR ini bisa merupakan suatu indikasi yang baik, saya kira bagaimana bekerjanya suatu sistem di Indonesia. Artinya justru sebetulnya BPR yang sekarang mungkin hampir 20 yang kita tutup itu tidak menimbulkan sama sekali apa namanya goncangan atau keresahan pada masyarakat,” ungkapnya.
Seperti diketahui, sepanjang 2024 OJK telah menutup 14 BPR. Berikut rinciannya:
Editor: Galih Pratama
Poin Penting IHSG menguat di awal perdagangan: Pada pembukaan 12 Januari 2026 pukul 09.04 WIB,… Read More
Poin Penting IHSG berpeluang menguat untuk menguji level 9.030–9.077, namun investor diminta waspada potensi koreksi… Read More
Poin Penting Rupiah melemah di awal perdagangan Senin (12/1/2026) sebesar 0,17 persen ke level Rp16.847… Read More
Jakarta – Harga emas untuk produk Galeri24 dan UBS yang diperdagangkan pada Senin, 12 Januari 2026 di… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut para… Read More
Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More