“Makanya kita mau keluarkan guideline apa yang harus disiapkan bank, apa mereka mau buka kantor cabang digital, atau bagaimana,” ucap Agus Siregar.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, perbankan nasional harus mampu beradaptasi dalam menghadapi era digitalisasi. Di sisi lain, perbankan juga harus mampu mengembangkan produk-produknya yang berbasis digital banking. Sementara itu, nantinya bank diharapkan memiliki digital branch banking.
“Digital branch banking atau kantor cabang berbasis digital itu seperti gerai gitu, orang datang ke suatu ruangan, taruh KTP elektronik confirm, kemudian setor uang. Jadi memang bank-bank itu harus beradaptasi lah,” paparnya.
Diharapkan dengan adanya era digitalisasi perbankan ini, masyarakat yang belum terjangkau oleh layanan perbankan (unbankable) dapat terjangkau dan mendapatkan pembiayaan dari perbankan. Sehingga, ke depannya akan mendorong tingkat inklusi keuangan di Indonesia. (*)
(Baca juga: Ini Pokok-pokok Pengaturan Digital Banking oleh OJK)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Sempat terkoreksi 5,15 persen ke Rp1.115 saat IHSG anjlok akibat sentimen MSCI, saham… Read More
Melalui kehadiran booth ini, BCA Syariah memperkenalkan berbagai produk dan layanan perbankan syariah, yaitu mobile… Read More
Oleh: Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group PERTUMBUHAN ekonomi kuartal IV tahun 2025 sebesar… Read More
Poin Penting Fakta persidangan menegaskan proses pengajuan hingga pencairan kredit Sritex berjalan tanpa intervensi direksi,… Read More
Oleh Rizky Triputra, Anggota Komunitas Penulis Asuransi indonesia (Kupasi) CHARTERED Insurance Institute (CII), sebuah lembaga… Read More
Poin Penting Pada pembukaan perdagangan 6 Februari 2026 pukul 09.00 WIB, IHSG turun tajam dari… Read More