Ilustrasi: Kantor OJK. (Foto: Muhammad Zulfikar)
Poin Penting
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah melakukan penyesuaian ketentuan Rencana Bisnis Bank (RBB) untuk mendorong perbankan agar lebih mendukung kepada program-program prioritas pemerintah.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan, penyesuaian akan dituangkan melalui Rancangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (RPOJK) untuk mengatur arah penyaluran kredit perbankan yang mendukung program nasional.
“Kita sedang merancang RPOJK untuk penyesuaian ketentuan RBB. Di dalamnya bagaimana kita juga mendukung bank juga bisa lebih masuk kepada program-program proritas pemerintah,” ujar Friderica atau yang akrab disapa Kiki dalam Indonesia Outlook, Selasa, 7 April 2026.
Baca juga: OJK Dukung Rencana Purbaya Ubah PNM jadi Bank UMKM
Kiki menjelaskan, POJK tersebut nantinya akanmengarahkan perbankan nasional untuk menyalurkan kredit kepada program prioritas pemerintah, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), tiga juta rumah, hingga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Misalnya di MBG gitu ya. Kemudian program 3 juta rumah ya kita dorong. Terus kemudian seperti koperasi desa dan lain-lain itu juga kita siapkan di dalam ketentuan di rancangan di POJK RBB tersebut,” ungkap Kiki.
Kiki menilai kebijakan ini dapat meningkatkan kontribusi sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional, memperkuat ekosistem UMKM, maupun meningkatkan kredit/pembiayaan industri perbankan.
“Kita yakin bisa mencapai itu dengan berbagai program untuk mendorong, mendukung program nasional yang ada saat ini. Misalnya kita meningkatkan pembiayaan sektor jasa keuangan tersebut. Ya tadi penguatan ekosistem UMKM sudah kita sampaikan dan seterusnya,” imbuhnya.
Baca juga: OJK Wanti-wanti Efek Domino Konflik AS–Iran ke Kredit Perbankan
Meski demikian, Kiki menegaskan penyaluran kredit/pembiayaan ke sektor prioritas pemerintah tidak bersifat wajib, melainkan tergantung pada manajemen risiko dan risk appetite dari masing-masing bank.
“Nggak wajib, tapi kita dorong untuk itu. Kan semuanya harus sesuai dengan manajemen risiko dan risk appetite dari mereka (bank). Tapi intinya bagaimana OJK sekarang kita mendorong sektor jasa keuangan OJK itu kan bagaimana kita menjaga stabilitas sistem keuangan,” ungkapnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More