Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar menyampaikan keterangan dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di Jakarta, Jumat, 24 Januari 2025.(Foto: Khoirifa)
Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas jasa keuangan nasional tetap terjaga sepanjang 2024, meskipun menghadapi dinamika perekonomian global. Hal ini didukung oleh permodalan yang kuat, likuiditas memadai, profil risiko yang terkendali, dan sektor jasa keuangan yang konsisten.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar menyatakan, kinerja industri perbankan terus menunjukkan pertumbuhan positif dengan profil risiko yang terjaga. Kredit perbankan mencatatkan pertumbuhan double digit sebesar 10,39 persen year-on-year (yoy) hingga mencapai Rp7.827 triliun.
“Didorong oleh kredit investasi yang tumbuh tinggi sebesar 13,62 persen, diikuti kredit konsumsi 10,61 persen, sedangkan kredit modal kerja tumbuh 8,30 persen,” ujar Mahendra dalam Mahendra dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di Jakarta, Jumat, 24 Januari 2025.
Baca juga: KSSK: Stabilitas Sistem Keuangan RI Kuartal IV 2024 Masih Terjaga
Mahendra juga menyebutkan bahwa kualitas kredit tetap terkendali dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) gross 2,08 persen dan NPL net 0,74 persen. Selain itu, Loan at Risk (LAR) juga menunjukkan tren penurunan sebesar 9,08 persen.
Di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 4,48 persen menjadi Rp8.837 triliun. Komponen giro, tabungan, dan deposito, masing-masing tumbuh 3,34 persen, 6,78 persen, dan 3,5 persen.
“Ketahanan perbankan terjaga kuat dengan tingkat permodalan CAR berada di level 26,68 persen, likuiditas perbankan Desember 2024 tetap memadai, dengan rasio alat likuid terhadap non-core deposit ALCD dan alat likuid terhadap DPK, masing-masing sebesar 112,87 persen dan 25,59 persen, jauh di atas threshold masing-masing 50 persen dan 10 persen,” imbuhnya.
Sementara itu, di sektor pasar modal, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang 2024 ditutup melemah ke level 7.079,91 atau turun 2,65 persen, pasar modal tetap menunjukkan menunjukkan resiliensi. Investor non-residen membukukan net buy Rp16,53 triliun, dan kapitalisasi pasar naik 5,74 persen menjadi Rp12.336 triliun.
Baca juga: Akhiri Perdagangan 2024, IHSG Ditutup Semringah ke Level 7.079
Penghimpunan dana korporasi di pasar modal juga terus tumbuh positif. Total nilai penawaran umum mencapai Rp259,24 triliun dengan 43 emiten baru. Namun, memasuki Januari 2025, pasar keuangan domestik masih bergerak fluktuatif akibat ekspektasi pelambatan pemangkasan suku bunga acuan The Fed dan potensi kebijakan pemerintah Amerika Serikat.
Di sektor asuransi, total aset industri asuransi tercatat sebesar Rp1.133,87 triliun atau tumbuh 2,03 persen sepanjang 2024. Pendapatan premi asuransi komersial mencapai Rp336,65 triliun, tumbuh 4,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More