Keuangan

OJK Sebut Penggantian Kerugian Konsumen oleh PUJK Mencapai Rp212,17 Miliar

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat per 31 Desember 2024 terdapat penggantian kerugian terhadap konsumen senilai Rp212,17 miliar, berdasarkan data layanan konsumen OJK.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (PEPK) OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyebut bahwa nilai tersebut digantikan oleh 217 PUJK dari 1.526 pengaduan.

“Berdasarkan data layanan konsumen OJK, diketahui per 31 Desember 2024, terdapat penggantian kerugian sebanyak Rp212,17 miliar oleh 217 PUJK dari 1.526 pengaduan,” jelas Friderica dalam keterangan tertulis dikutip, Jumat, 17 Januari 2025.

Baca juga: Terima Pengawasan Aset Kripto, OJK Ingatkan PUJK Utamakan Perlindungan Konsumen

Sementara itu, melalui data yang sama, OJK mencatat adanya 1.672 pengaduan berindikasi pelanggaran terkait perilaku petugas penagihan, di mana yang terbanyak berasal dari layanan pinjam meminjam berbasis teknologi (Pindar) sebanyak 1.106 pengaduan.

Kemudian, diikuti oleh pengaduan yang berasal dari industri perbankan sebanyak 387 pengaduan, lalu 179 pengaduan yang berasal dari perusahaan pembiayaan.

“Sementara itu, untuk pengawasan market conduct, dapat kami sampaikan bahwa sampai dengan triwulan III-2024, ditemukan 229 iklan melanggar dari total 14.481 iklan yang dilakukan pemantauan (1,58 persen),” imbuhnya.

Baca juga: OJK Umumkan Daftar Koperasi Open Loop yang akan Diawasi, Cek Nama-namanya di Sini!

Sedangkan, dari sisi iklan yang paling banyak melakukan pelanggaran ditemukan dari sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Keuangan Lainnya (PVML) sebesar 2,80 persen atau 99 dari 3.536 iklan.

Adapun pelanggaran yang paling banyak ditemukan biasanya terkait dengan pernyataan berizin dan diawasi oleh OJK dan pencantuman logo OJK, informasi yang dapat membatalkan manfaat yang dijanjikan pada iklan (misal: tidak mencantumkan periode promo), dan tautan spesifik untuk iklan yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Jumlah Investor Pasar Modal Maret 2026 Tumbuh 21,51 Persen jadi 24,74 Juta

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan jumlah investor pasar modal dalam negeri terus mengalami… Read More

1 min ago

OJK Dorong Lembaga Jasa Keuangan Lakukan Asesmen Dampak Konflik AS-Iran

Poin Penting OJK mendorong lembaga jasa keuangan (LJK) melakukan asesmen lanjutan untuk mengantisipasi dampak konflik… Read More

28 mins ago

Transaksi Kripto per Februari 2026 Tembus Rp24,33 Triliun

Poin Penting Transaksi kripto Februari 2026 turun menjadi Rp24,33 triliun dari Januari Rp29,28 triliun, seiring… Read More

33 mins ago

OJK Catat Kredit Perbankan Tumbuh 9,37 Persen di Februari 2026

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pada Februari 2026 kredit perbankan tumbuh sebesar 9,37 persen secara tahunan… Read More

44 mins ago

OJK: Stabilitas Sektor Keuangan RI Terjaga di Tengah Konflik AS-Iran

Poin Penting OJK memastikan sektor keuangan Indonesia tetap stabil di tengah eskalasi konflik AS-Iran dan… Read More

2 hours ago

IHSG Dibuka Melemah 0,77 Persen, Tinggalkan Level 7.000

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 6.972,95 dari posisi 7.026,78… Read More

2 hours ago