OJK Sebut Kinerja Pasar Modal 2025 Ditutup Solid, Ini Buktinya

OJK Sebut Kinerja Pasar Modal 2025 Ditutup Solid, Ini Buktinya

Poin Penting

  • OJK menilai pasar modal 2025 solid, dengan IHSG naik 22,13% ytd, mencetak 24 kali ATH, dan kapitalisasi pasar menembus Rp16 ribu triliun.
  • Aktivitas dan aliran dana menguat, ditandai RNTH naik ke Rp18,07 triliun, investor asing net buy saham Desember Rp12,24 triliun, serta inflow SBN Rp6,49 triliun.
  • Basis investor dan dana kelolaan tumbuh pesat, jumlah investor mencapai 20,36 juta, AUM Rp1.033,81 triliun, NAB reksadana Rp675,32 triliun, dan penghimpunan dana Rp274,80 triliun.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa kinerja pasar modal domestik sepanjang 2025 ditutup dengan capaian yang solid.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyampaikan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup di level 8.646,94 atau naik 1,62 persen secara month-to-month (mtm) dan secara year-to-date (ytd) naik 22,13 persen.

Selain itu, sejalan dengan arah penguatan pasar, investor asing pada periode Desember 2025 tercatat membukukan net buy saham senilai Rp12,24 triliun.

“Secara matematik kali ini menunjukkan keyakinan dan persepsi yang positif terhadap perekonomian dan pasar domestik. Namun, secara akumulasi di tahun 2025 Investor asing masih membukukan net sell di pasar saham senilai Rp17,34 triliun,” ujar Inarno dalam konferensi pers RDKB OJK di Jakarta, Jumat, 9 Januari 2026.

Baca juga: Tumbuh 7,74 Persen, OJK Catat Kredit Perbankan November 2025 Capai Rp8.315 Triliun

Inarno menambahkan, IHSG membukukan rekor All Time High (ATH) sebanyak 24 kali, dengan level tertinggi IHSG 2025 tercatat di angka 8.710,70 pada 8 Desember 2025, dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai level tertinggi sebesar Rp16 ribu triliun pada periode yang sama.

“Namun di sisi yang lain, Indeks LQ45 dan juga Indeks IDX80 tumbuh masing-masing sebesar 2,41 persen dan juga 10,07 persen,” imbuhnya.

Nilai Transaksi Harian dan Pasar Obligasi Menguat

Selanjutnya dari sisi Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) pada 2025 tercatat sebesar Rp18,07 triliun yang meningkat signifikan dari 2024 yang senilai Rp12,85 triliun.

Sementara itu, dari indeks pasar obligasi atau ICBI juga menunjukkan tren penguatan pada 2025 yang naik 1,08 persen mtm, lalu yield SBN secara bulanan turun 4,84 bps sedangkan secara year-on-year (yoy) turun sebesar 80,91 bps.

“Investor non-resident di pasar SBN terpantau mencatatkan inflow di mana pada Desember 2025 tercatat net buy senilai 6,49 triliun atau year-on-year net buy sebesar 2,01 triliun,” ujar Inarno.

Baca juga: Pembiayaan Mobil Listrik Diproyeksi Tumbuh Positif di 2026, Ini Kata OJK

Kemudian dari sisi nilai Asset Under Management (AUM) mencapai Rp1.033,81 triliun per akhir Desember 2025, yang artinya meningkat sebesar 3,08 persen secara mom atau secara yoy itu meningkat sebesar 23,48 persen.

Nilai Aktif Bersih (NAB) reksa dana pada periode yang sama itu mencapai Rp675,32 triliun atau tumbuh 1,80 persen mom atau secara yoy naik sebesar 35,26 persen. 

“Tren positif kinerja NAB tersebut tentunya didukung juga oleh net subscription investor reksa dana yang kuat yaitu mencapai Rp23,91 triliun secara mom Rp23,91 triliun dan secara yoy mencapai Rp138,69 triliun,” tambah Inarno.

Investor Baru Bertambah

Adapun, dari sisi jumlah investor pada Desember 2025 tercatat penambahan sebanyak 694 ribu investor baru di pasar modal domestik, dengan perkembangan tersebut secara yoy jumlah investor di pasar modal meningkat sebesar 5,49 juta atau menjadi secara keseluruhan 20,36 juta atau tumbuh sebesar 36,95 persen.

Dari sisi penghimpunan dana oleh korporasi di pasar modal sepanjang 2025 total nilai penawaran umum mencapai Rp274,80 triliun rupiah, di atas target Rp220 triliun, termasuk di dalamnya terjadi kenaikan 20 emiten baru yang melakukan IPO senilai Rp16,21 triliun.(*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62