Keuangan

OJK Luncurkan Peta Jalan Penguatan Industri Penjaminan 2024-2028

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan peta jalan (roadmap) pengembangan dan penguatan industri penjaminan tahun 2024-2028 (Peta Jalan Penjaminan) di Jakarta, Selasa, 27 Agustus 2024.

Menurut Ogi Prastomiyono, Kepala Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK, industri penjaminan masih memiliki sejumlah tantangan. Misalnya, jumlah perusahaan penjaminan yang masih terhitung sedikit, khususnya di daerah.

“Total perusahaan penjaminan adalah (sebanyak) 23 perusahaan. (Sebanyak) 18 (perusahaan) berasal dari 38 provinsi yang ada di Indonesia. Artinya, masih banyak provinsi yang belum memiliki perusahaan penjaminan,” terang Ogi.

Baca juga: OJK Rilis Aturan Transparansi Suku Bunga Dasar Kredit Bank Umum, Ini Detail Isinya

Industri ini juga dihadapkan dengan sejumlah tantangan lain, seperti kapasitas permodalan, ekosistem yang belum memadai, market confidence dari industri, tingkat literasi masyarakat, hingga pengawasan yang belum optimal.

Ogi juga menyoroti kontribusi lembaga penjaminan terhadap produk domestik bruto (PDB) Tanah Air, yang masih berada di kisaran 2,6 persen. Ia berharap agar lembaga penjaminan bisa meningkatkan persentase mereka terhadap PDB Nasional.

“Jika dibandingkan dengan beberapa negara lain, kondisi industri penjaminan nasional masih cukup rendah. Pada tahun 2023 perbandingan outstanding penjaminan terhadap PDB masih berada di angka 2,6 persen,” tutur Ogi.

“Dengan adanya petak jalan ini, dan juga amanat daripada undang-undang P2SK, diharapkan industri penjaminan akan tumbuh lebih cepat dan kontribusi terhadap PDB akan lebih meningkat,” tambahnya.

Sementara, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menambahkan bahwa peta jalan ini, selain mendorong industri keuangan, juga bertujuan untuk mendukung para konsumen, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Karena, sistem yang dibangun dengan basis yang solid, akan menjadi fondasi kuat bagi UMKM yang memang sehat, berdaya saing tinggi, dan mampu benar-benar mendukung perekonomian nasional,” jelas Mahendra.

Lebih lanjut, ini merupakan peta jalan ke-11 yang OJK luncurkan dalam 2 tahun terakhir. Mahendra menegaskan, hal ini merupakan komitmen OJK dalam mendukung industri jasa keuangan yang sehat, efisien, dan berintegritas.

“Itulah basis yang akan kita lakukan dan pendorongan yang akan kita laksanakan, untuk bisa benar-benar mendukung industri jasa keuangan Indonesia, yang resilien, yang berdaya saing tinggi, dan mendorong keuangan Indonesia,” tukasnya.

Baca juga: Tingkatkan Kepercayaan Publik, AAJI Berikan Tujuh Usulan Skema Penjaminan Polis

Sebagai informasi, per Juni 2024, OJK mencatat aset industri penjaminan yang berada di angka Rp47,29 triliun, tumbuh 8,01 persen secara year on year (yoy) dari tahun sebelumnya. Sementara, jumlah terjamin di industri ini mencapai 27,14 juta orang.

Outstanding pinjaman industri penjaminan sendiri mencapai Rp415,57 triliun, tumbuh 16,79 persen (yoy), dengan gearing ratio 22,62 kali. Meskipun begitu, rasio klaim meningkat menjadi 100 persen, buntut dari meningkatnya total klaim sebesar Rp4,37 triliun, setara dengan imbal jasa penjaminan (IJP) yang berada di angka yang sama. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

1 hour ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

13 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

14 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

16 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

20 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

1 day ago