News Update

OJK Luncurkan Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia 2024

Jakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) 2024 di Jakarta, Selasa, 8 Juli 2025.

Peluncuran LPKSI 2024 merupakan bagian dari komitmen regulator dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa peluncuran LPKSI 2024 menjadi salah satu milestone penting untuk mendukung pertumbuhan sektor keuangan syariah di Indonesia.

“LPKSI merupakan laporan tahunan yang telah diterbitkan sejak 2013. Laporan ini memuat informasi komprehensif, mulai dari kinerja industri, kebijakan pengembangan, pencapaian roadmap, hingga kontribusi OJK dan pemangku kepentingan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” ujar Dian secara daring, di Jakarta, Selasa, 8 Juli 2025.

Baca juga: Strategi Bank Mega Syariah Genjot DPK di Tengah Likuiditas Ketat

LPKSI 2024 juga memuat prospek dan rencana strategis pengembangan masing-masing sektor keuangan syariah ke depan.

Selain itu, laporan ini menyoroti langkah-langkah OJK bersama kementerian/lembaga terkait dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah bagi masyarakat Indonesia, serta menegaskan posisi Indonesia yang semakin aktif di kancah keuangan syariah internasional.

Capaian dan Potensi Sektor Keuangan Syariah

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, mengatakan LPKSI 2024 memotret berbagai capaian positif industri keuangan syariah sepanjang 2024 lalu.

Ia megungkapkan, aset industri keuangan syariah (di luar kapitalisasi pasar saham syariah) tercatat mencapai Rp2.883,67 triliun, tumbuh 11,67 persen dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu, aset perbankan syariah tumbuh 9,88 persen menjadi Rp980,29 triliun, dengan pangsa pasar meningkat menjadi 7,72 persen per Desember 2024. Di sektor pasar modal syariah, kapitalisasi Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) juga naik 11,05 persen menjadi Rp6.825,3 triliun.

Industri penjaminan, dana pensiun, dan pembiayaan syariah turut mencatatkan pertumbuhan yang stabil. Aset PPDP syariah tumbuh 7,89 persen menjadi Rp67,16 triliun, sementara PPDM syariah tumbuh 9,75 persen menjadi Rp112,91 triliun.

“Selain itu, Indonesia terus mendapatkan pengakuan global. Tahun ini, Indonesia menempati peringkat keempat dunia dalam Islamic Finance Development Indicator 2024 dan peringkat ketiga dalam Global Islamic Fintech Report. Indonesia juga meraih 16 penghargaan internasional, termasuk pada penerbitan green sukuk tahun ketujuh berturut-turut,” ujar Mahendra, di Jakarta, Selasa, 8 Juli 2025.

Baca juga: Menimbang Prospek Keuangan Syariah Berbasis Komunitas

Sepanjang 2024, OJK bersama Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan KNEKS telah menggelar berbagai kegiatan edukasi keuangan syariah, mulai dari sosialisasi daring dan luring, festival keuangan syariah, seminar nasional dan internasional, webinar, hingga training of trainers.

“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung pembentukan KPKS. Semoga kerja sama dan dedikasi kita semua dapat memberikan kontribusi berarti bagi kemajuan sektor keuangan syariah Indonesia ke depan,” pungkasnya. (*) Ayu Utami

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Jelang Idul Fitri 1447 H, BSN Bagikan Ratusan Sembako

BSN bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan… Read More

7 hours ago

Bank Mandiri Taspen Turut Serta Lepas Mudik Bersama Keluarga Besar Kemenko Kumham Imipas

Program CSR mudik bersama ini diikuti oleh sekitar 400 peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah dan… Read More

7 hours ago

BTN Beberkan Tiga Pilar Transformasi Layanan, Apa Saja?

Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More

10 hours ago

Jangan Sampai Boncos, Perencana Keuangan Ungkap 3 Prinsip Utama Kelola THR

Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More

15 hours ago

Industri Asuransi Jiwa Sudah Bayar Klaim Korban Bencana Sumatra Rp2,6 Miliar

Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More

19 hours ago

Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp590,54 Triliun, Mayoritas Parkir di SBN

Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More

19 hours ago