Keuangan

OJK Dorong Perusahaan Kripto IPO di Bursa

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung perusahaan yang bergerak di perdagangan aset kripto untuk melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia. (BEI)

Hal tersebut diungkapkan oleh Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK. Peluangnya, terbuka luas, karena banyak dari mereka yang merupakan perseroan terbuka (PT).

“Perusahaan-perusahaan ini memang memiliki kesempatan untuk mengajukan diri jika seandainya ingin melakukan kegiatan penawaran sahamnya kepada publik,” ungkap Hasan di sela-sela forum group discussion (FGD) pada Kamis, 13 Februari 2025.

Baca juga: Perang Dagang AS-Tiongkok Pengaruhi Sentimen Pasar Kripto? Begini Tanggapan OJK

Ia menjelaskan, jika para pelaku usaha hendak melantai di bursa, maka mereka diharuskan melewati serangkaian kegiatan yang juga dilakukan oleh perusahaan lain. Dan prosesnya akan diawasi oleh bidang pasar modal dan keuangan derivatif.

“Tentu nanti prosesnya sama. Dalam hal ini, harus memenuhi seluruh kriteria yang dipersyaratkan untuk dapat disetujui dan pernyataan efektifnya,” imbuh Hasan.

Hasan mengaku, pihaknya sangat menyambut baik bagi perusahaan kripto yang ingin melantai di bursa. Namun, proses IPO juga harus memastikan agar perusahaan memberikan informasi yang cukup bagi calon investor.

Dalam hal ini, Hasan berharap kalau proses melantai ini tidak akan menimbulkan kerugian kepada konsumen. OJK juga akan berupaya untuk meminimalisir risiko dan melakukan pelindungan konsumen.

Baca juga: PPATK Temukan Rp28 Triliun Uang Judi Online Ditransfer ke Luar Negeri Pakai Kripto

“Jangan sampai, konsumen yang katakanlah, memiliki informasi yang tidak memadai atau terbatas, dengan euforia dan minatnya ini, kemudian melakukan keputusan investasi yang kurang bijak,” tegas Hasan.

Tidak menutup kemungkinan bahwa OJK akan menerbitkan aturan khusus kepada industri ini jika ingin melangsungkan IPO. Hal ini, jelas Hasan, murni untuk menghadirkan transparansi dari seluruh kondisi. Baik itu dari prospek maupun risiko atas pertumbuhan perusahaan yang akan menawarkan sahamnya kepada publik. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Recent Posts

Bank Mega Gandeng IKPI Perkuat Pemahaman Coretax ke Nasabah

Poin Penting PT Bank Mega menggandeng IKPI dan FlazzTax menggelar Seminar Coretax untuk mengedukasi nasabah… Read More

10 hours ago

40 Juta UMKM Belum Berizin, BKPM Siap Permudah Proses NIB

Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More

10 hours ago

Purbaya Sesuaikan Strategi Penempatan Dana di Perbankan dengan Kebijakan BI

Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More

11 hours ago

Duh! Program MBG Berpotensi Buang Uang Negara Rp1,27 Triliun per Minggu

Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More

12 hours ago

OJK Tegaskan Tak Ada “Injury Time” Spin Off UUS Asuransi

Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More

13 hours ago

Bursa Calon ADK OJK, Purbaya: Sudah Ada Kandidat Kompeten, tapi Belum Banyak

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More

13 hours ago